Jakarta (Ditengah) – Pejabat Tingginegara Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meminta pengembang melapor Hingga aparat penegak hukum (APH) jika menemukan indikasi pungutan liar Bersama pegawai Kementerian PKP Di pembangunan Rumah rakyat.
Ara ketika Menyediakan sambutan Di Peristiwa halalbihalal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Hingga Jakarta, Senin malam Berkata tidak Akansegera menoleransi pungutan liar Di bentuk apa pun, dan meminta agar pengembang segera melaporkan Hingga APH maupun kepada dirinya secara langsung agar segera ditindak tegas.
“Bersama Sebab Itu kalau ada pungli-pungli, ada yang minta-minta duit pegawai PKP, langsung laporkan Hingga APH, dan laporkan Hingga saya. Makin cepat kita binasakan, makin bagus itu. Saya nggak suka basa-basi ya, buktikan aja,” kata Ara.
Dia menegaskan telah mengoordinasikan penindakan Pada pegawai kementerian yang terbukti melakukan Kartu Kuning dan menyerahkannya langsung kepada aparat penegak hukum tanpa keraguan sedikit pun Untuk menjaga integritas kementeriannya.
“Dan kalau ada Hingga kementerian saya yang main-main, sudah berapa itu saya koordinasikan Untuk ditangkap sama kejaksaan pegawai kita. Kalau ada yang nggak benar, kita serahkan langsung. Kita nggak ada ragu-ragu,” ujarnya.
Meski begitu, Pejabat Tingginegara Ara mengingatkan agar laporan dilengkapi bukti kuat, seperti data dan rekaman video, serta menghindari tuduhan tanpa dasar yang dapat mencemarkan nama baik orang yang tidak bersalah.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian pengembang yang justru lihai merekam pernyataan Pejabat Tingginegara, Tetapi enggan mengumpulkan bukti Pada sesama pelaku yang merugikan rakyat dan merusak integritas sektor perumahan.
“Tapi jangan pake fitnah, pake data, fakta, kalian kan (anggota Apersi) jago kan, pengembang merekam-merekam kan, video-video jago kan, kalian rekam lah buktinya,” tuturnya.
Dia juga mengajak semua pihak bersatu menegakkan keadilan, memastikan transparansi Hingga Ditengah pemerintah dan pengembang, dan menegaskan kesiapannya menyelesaikan setiap permasalahan yang merugikan Kelompok.
“Kalian tahu dua bukti permulaan kan? Jangan kalian jago merekam-merekam omongan Pejabat Tingginegara aja ya. Mengedit-edit omongan Pejabat Tingginegara. Yang koruptor-koruptor itu, kalian rekam-rekam lah ya. Sesudah Itu posting yang dibuat, yang bagus, lapor saya, biar kita selesaikan,” kata Ara.
Di kesempatan itu, Ara juga mengingatkan seluruh anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) tidak menipu rakyat Di proyek-proyek pembangunan Rumah Bantuan Pemerintah Hingga berbagai Lokasi.
“Kalau yang benar, pasti cocok sama saya. Kalian mau nggak Hingga Apersi ini ada pengembang yang menipu rakyat? Mau nggak? Kalau boleh saya usulkan bikin rakenas ini yang berkualitas, verifikasi, profiling,” kata Ara.
Ia meminta Apersi melakukan verifikasi internal secara ketat Pada seluruh anggotanya, Menyediakan Pengakuan Untuk yang berkualitas, dan memecat yang merugikan rakyat agar asosiasi Memiliki standar yang tinggi.
Menurutnya, hanya pengembang yang benar, bersih, dan bertanggung jawab yang layak menjadi Dibagian Di Apersi, sebab asosiasi yang kuat dibangun Di reputasi anggotanya yang menjunjung integritas dan kejujuran.
“Anggota yang nggak benar, pecat. Jangan hanya Menyediakan Pengakuan kepada yang bagus. Yang nggak benar, pecat. Bersama Sebab Itu, orang ada kebanggaan, dia membawa nama baik Apersi, kebanggaan,” katanya.
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Pejabat Tingginegara Ara minta pengembang lapor APH bila pegawai PKP yang pungli











