Jakarta (Di) – Pemerintah telah membayarkan Bantuan Fluktuasi Harga senilai Rp281,6 triliun Ke 2025, yang mencakup Bantuan Fluktuasi Harga energi dan nonenergi.
“Semua volume Barang Dagangan bersubsidi Ke tahun 2025 Menimbulkan Kekhawatiran dibandingkan tahun 2024,” kata Wakil Pembantu Pemimpin Negara Keuangan Suahasil Nazara Untuk konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 Ke Jakarta, Kamis.
Ia merinci realisasi pembayaran Bantuan Fluktuasi Harga bahan bakar Energi (BBM) disalurkan Untuk 18,98 juta kiloliter, tumbuh 4,7 persen Untuk realisasi 2024 sebanyak 18,12 juta kiloliter.
LPG 3 kilogram telah terserap 8,54 juta ton atau tumbuh 3,9 persen Untuk realisasi tahun lalu 8,23 juta ton.
Realisasi Untuk Bantuan Fluktuasi Harga listrik mencapai 42,8 juta pelanggan, tumbuh 2,6 persen Untuk tahun lalu 41,7 juta pelanggan.
“Bantuan Fluktuasi Harga energi sangat dipengaruhi Bersama berbagai macam harga Barang Dagangan maupun kurs,” jelas Suahasil.
Ke Di Yang Sama, Untuk nonenergi yakni pupuk bersubsidi, pemerintah merealisasikan 8,1 juta ton, tumbuh dua digit atau 12,1 persen Untuk tahun lalu 7,2 juta ton.
Kemenkeu Berkata pemangkasan birokrasi, tepatnya sebanyak 145 regulasi, Merangsang penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan cepat.
Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi juga Merasakan penurunan, Supaya makin terjangkau Untuk petani.
Sedangkan, Bantuan Fluktuasi Harga perumahan mencapai 278,9 ribu unit Tempattinggal, yang tumbuh signifikan 39,5 persen Untuk realisasi tahun lalu 200 ribu Tempattinggal.
“Ini adalah bentuk keberpihakan kita, memastikan bahwa APBN memenuhi kebutuhan Komunitas,” tutur Suahasil.
APBN 2025 Merasakan defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen Pada produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Realisasi Sambil Itu pendapatan Bangsa tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen Untuk target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun.
Sedangkan, realisasi belanja Bangsa tercatat sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen Untuk target Rp3.621,3 triliun.
Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) tercatat sebesar Rp2.602,3 triliun, setara 96,3 persen Untuk target Rp2.701,4 triliun.
Secara komponen, belanja kementerian/lembaga (K/L) terealisasi Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen Untuk target Rp1.160,1 triliun.
Sedangkan, belanja non-K/L tersalurkan sebesar Rp1.102 triliun atau 71,5 persen Untuk target Rp1.541,4 triliun.
Untuk penyaluran Pindah Hingga Daerah (TKD), Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi sebesar Rp849 triliun atau 92,3 persen Untuk target Rp919,9 triliun.
Baca juga: Pemerintah tarik utang Rp736,3 triliun Ke 2025
Baca juga: APBN 2025 mencetak pelebaran defisit menjadi 2,92 persen
Baca juga: Wamenkeu: Belanja Bantuan Fluktuasi Harga dan Bantuan Pemerintah Ke APBN 2026 Menimbulkan Kekhawatiran
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Pemerintah bayar Bantuan Fluktuasi Harga Rp281,6 triliun Ke 2025











