Jakarta (Ditengah) – Pemimpin Negara Prabowo Subianto mengingatkan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana Untuk menjaga rekening-rekening nasabah agar tidak disalahgunakan Untuk pidana.
“Beliau (Pemimpin Negara) mendukung semua. Prinsipnya, kita menjaga kepentingan nasabah ya. Karena Itu, agar nasabah tidak dirugikan, rekening-rekening nasabah tidak digunakan Untuk kepentingan-kepentingan pidana. Intinya, pesan beliau dijaga semua,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana ditemui Di Istana Kepresidenan Di Jakarta, Kamis (22/5).
Ia menghadap Pemimpin Negara Prabowo Di Istana Untuk melaporkan berbagai Permasalahan, termasuk soal Aturan pemblokiran rekening yang dilakukan PPATK Pada sejumlah rekening bank.
Untuk kesempatan yang sama, ia juga memastikan Aturan pemblokiran, termasuk soal dampaknya Pada sejumlah rekening yang tidak dorman, juga telah dibicarakan.
Ia menekankan rekening-rekening nasabah yang tidak bermasalah dapat langsung direaktivasi atau dihidupkan kembali.
“Ya itu bisa langsung direaktivasi kok. Gak ada masalah,” katanya.
Baca juga: Kepala BPKP sebut tata kelola mumpuni cegah keuangan Negeri bocor
Ia menyebut Pemimpin Negara juga Memberi beberapa arahan kepada PPATK Yang Terkait Bersama Bersama persoalan-persoalan lain.
Tetapi, ia tidak Membeberkan isi arahan lengkap Pemimpin Negara itu.
“Banyak yang dibahas ya. Banyak yang diarahkan sama Beliau,” katanya.
PPATK Di minggu ini sempat membekukan Sambil Itu 28.000 rekening yang dinilai pasif sepanjang 2024. Data-data rekening yang disebut pasif itu diperoleh PPATK Untuk perbankan.
Langkah itu dilakukan PPATK mengikuti Syarat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Upaya Mencegah dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Ivan Di dihubungi Ditengah Untuk Jakarta, Minggu (18/5), menjelaskan penghentian Sambil Itu rekening bertujuan menghindari penyalahgunaan rekening pasif Untuk deposit judi daring, Mengelabui Orang Lain, ataupun perdagangan narkotika.
Untuk kesempatan terpisah, ia Di berbicara Untuk Peristiwa Inisiatif Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko) Di Gedung PPATK, Jakarta, Kamis (8/5), Membeberkan perputaran dana judi daring Di Januari—Maret atau Q1 2025 mencapai Rp47,97 triliun.
Ia optimistis apabila pemerintah menguatkan intervensi, maka Prakiraan perputaran dana judi daring sepanjang 2025 dapat ditekan hingga Rp150,36 triliun.
Baca juga: PPATK tekan jumlah deposit judi “online” Di kuartal pertama 2025
Baca juga: Kepala PPATK sebut selalu berkoordinasi Bersama Kemenkeu
Pewarta: Genta Tenri Mawangi/Fathur Rochman
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © Ditengah 2025
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Pemimpin Negara ingatkan PPATK jaga rekening nasabah agar tak disalahgunakan











