Semarang (Di) – Pemerintah Kota Surakarta menyebutkan bahwa operasional Kendaraan Angkutan Umum Batik Solo Trans terdampak efisiensi Biaya, seiring Bersama pencabutan gelontoran Biaya Bersama pusat.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Ke Semarang, Rabu, menjelaskan bahwa layanan Kendaraan Angkutan Umum Batik Solo Trans Sampai Sekarang beroperasi Ke lima koridor.
Rutenya melintasi lima kabupaten/kota, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali.
Lima koridor tersebut juga didukung Bersama setidaknya tujuh feeder, Bersama total setiap hari Batik Solo Trans dan feeder tersebut melayani Di 13.000-14.000 Kelompok Ke Di Soloraya.
Bersama lima koridor tersebut, tiga koridor pembiayaannya ditanggung Dari Kementerian Perhubungan, sedangkan dua lainnya dibiayai Dari Biaya Pendapatan dan Belanja Area (APBD) Kota Surakarta.
“Hingga Di pemerintah pusat Akansegera mencabut penganggarannya. Dari karenanya, kami Mendorong ‘cost sharing’ (berbagi pembiayaan) Bersama kabupaten Di,” katanya.
Apalagi, kata dia, mayoritas Pemakai Batik Solo Trans ini Bersama warga kabupaten Di Agar pihaknya mengajak gotong-royong membantu.
“Hari ini kami difasilitasi Dari Gubernur Untuk Merundingkan tentang aglomerasi transportasi Ke Surakarta,” katanya, usai bertemu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ke Kantor Gubernur, Semarang.
Menyambut Baik hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Batik Solo Trans sudah menjadi roadmap tentang aglomerasi transportasi.
Sampai Sekarang, ia menilai operasionalnya juga sudah berjalan bagus Sebab sudah terintegrasi dan melibatkan perusahaan otobus yang ada Ke Di Area Soloraya.
Maka Bersama itu ia meminta kepada Dinas Perhubungan Jateng beserta pemangku kepentingan Yang Terkait Bersama Untuk segera Melakukan Pertemuan agar aglomerasi transportasi Kendaraan Angkutan Umum Batik Solo Trans tetap berjalan Untuk melayani Kelompok.
“Nanti segera rapatkan Bersama dinas Yang Terkait Bersama. Ini harus jalan Bersama cara ‘sharing’,” katanya.
Sambil Itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan Untuk menutup pembiayaan Bersama APBD yang terkena refocusing tersebut maka mau tidak mau Area harus Bersama gotong-royong.
Rencananya, lanjut dia, Gubernur Jateng Akansegera bertemu Bersama semua bupati dan wali kota se-Soloraya Untuk Merundingkan Prototipe gotong royong tersebut.
“Mudah-mudahan nanti ada kesepakatan yang baik,” katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Pemkot sebut operasional Kendaraan Angkutan Umum Batik Solo terdampak efisiensi











