– Indonesia merupakan Negeri yang kaya Berencana Sumber Daya Alam baik Ke lautan yang luas nan membentang dan Ke penjuru daratan Untuk Sabang sampai merauke. Indonesia merupakan salah satu Negeri yang dijuluki sebagai “paru-paru dunia”.
Dilansir Untuk laman Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, hasil pemantauan Menunjukkan bahwa Di tahun 2024 luas lahan berhutan Ke Indonesia mencapai 95,5 juta hektare atau 51,1% Untuk total daratan. Berdasarkan nominal tersebut Di 91,9% (87,8 juta hektar) ada Untuk kawasan hutan. Bersama luasnya kawasan hutan tersebut,
Hutan memegang peranan penting Ke Untuk kehidupan dan menjadi penyangga kehidupan manusia. Hal ini disebabkan Lantaran hutan menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan makhluk hidup Sebagai bertahan hidup, serta mempengaruhi berbagai aspek penting Untuk kehidupan salah satunya perekonomian. Di hal tersebut, hutan juga berperan sebagai penyedia oksigen dan unsur hara, penyerap emisi karbon, penyedia habitat tempat tinggal hewan-hewan, sumber mata air, pencegah Genangan Air serta tanah longsor, dan lain sebagainya.
Manusia senantiasa berhubungan Bersama alam Untuk kehidupan sehari-hari, mulai Untuk minum air putih dan membersihkan diri Ke pagi hari, menghirup udara segar Ke pagi hari, serta sumber penghidupan sehari-hari Untuk pekerja yang memanfaatkan sumber daya yang tersedia Ke alam sebagai bahan baku produksi. Tentunya, kegiatan pemanfaatan alam ini harus dilakukan Bersama bijak dan menaati aturan yang berlaku, salah satunya Bersama melakukan penanaman kembali pohon Ke area penebangan guna memulihkan fungsi lingkungan hutan sebagaimana mestinya.
Berkenaan Bersama peran aktif Untuk menjaga dan melestarikan lingkungan ini tidak hanya harus dilakukan Dari pelaku pemanfaatan hutan, pemerintah, dan komunitas-komunitas pegiat lingkungan, Berencana tetapi juga setiap manusia dan juga pihak-pihak yang terlibat Didalam kehidupan manusia Untuk Komunitas seperti institusi Pembelajaran.
Institusi Pembelajaran ini memegang peran penting Untuk mendidik dan mengedukasi generasi agar tidak hanya berwawasan unggul dan bermanfaat Untuk sesama, tetapi juga Memperoleh rasa peduli dan kesadaran menjaga serta melestarikan lingkungan. Hal ini dikarenakan, Di tahun-tahun yang Berencana datang, Ketahanan ekosistem lingkungan alam bergantung Di generasi muda sebagai pionir masa Di bangsa. Karenanya, institusi Pembelajaran berperan besar sebagai garda terdepan Sebagai menjaga lingkungan alam Bersama menggiatkan Prototipe Green Campus atau kampus ramah lingkungan.
Buana, dkk (2018) Berkata bahwa kampus berwawasan lingkungan merupakan pengertian Untuk Green Campus. Di penerapannya, Prototipe ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan tentang lingkungan Untuk Keputusan, kegiatan dan manajemen tridharma perguruan tinggi. Terdapat 17 aspek Untuk tujuan Pembangunan Berkelanjutan, salah satunya adalah pelestarian ekosistem daratan dan penanganan Pemanasan Global Di Agenda Global (Suistainable Development goals) Ke 15 dan 13 yang realisasi Sebagai mencapai tujuannya didukung Dari Inisiatif kampus hijau berkelanjutan Ke Perguruan-perguruan tinggi Ke Indonesia. Buana, dkk (2018) juga Berkata bahwa terdapat sistem pemeringkatan perguruan tinggi yang penilaiannya diutamakan Di komitmen perguruan tinggi Untuk mengelola lingkungan hidup Ke Daerah universitas Dari Universitas Indonesia (UI) dinamakan UI Greenmetric yang diluncurkan Di tahun 2010.
Di realisasi perwujudan kampus hijau berkelanjutan atau green campus ini, Universitas Negeri Malang (UM) terus mewujudkan dan menggiatkan komitmennya secara berkesinambungan Sebagai menjadi kampus ramah lingkungan Melewati kegiatan pengelolaan sampah, kegiatan penanaman pohon dan tanaman Terapi keluarga (TOGA), pengelolaan transportasi ramah lingkungan Ke area kampus, senantiasa melakukan sosialisasi dan bakti sosial Yang Terkait Bersama lingkungan Di Komunitas Untuk lingkup universitas maupun luas, serta senantiasa mengintegrasikan pembelajaran berbasis lingkungan kepada mahasiswa Sebagai mengedukasi perihal pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu wujud realisasinya, terintegrasi Di Inisiatif summer course yang diadakan Dari Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang. Di salah satu agenda Untuk kegiatan tersebut, mahasiswa pertukaran pelajar Untuk Universiti Selangor Malaysia diajak Sebagai menanam pohon kelengkeng yang merupakan Pemberian Untuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Universitas Negeri Malang (UM) Ke Di lingkungan Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang Di Jum’at, (25/04). Kegiatan ini dihadiri Dari Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd., M.Pd selaku Wakil Dekan III FIP UM, Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si selaku Koordinator Humas FIP UM beserta jajarannya, dan Dr. Eny Nur Aisyah, M.Pd selaku Pembina UA Green Campus FIP UM, mahasiswa volunteer Summer Course Inisiatif FIP UM, Ketua Umum UA Green Campus FIP UM serta jajaran anggotanya, dan mahasiswa pertukaran pelajar Inisiatif summer course Untuk Universiti Selangor, Malaysia (Unisel).
Kegiatan penanaman tanaman kelengkeng dilakukan secara simbolik Dari Roopeyssh A/L Moorthy selaku perwakilan mahasiswa pertukaran pelajar Universiti Selangor (Unisel), dan Friogi Sajidah Zinedine Nahl selaku ketua UA Green Campus FIP UM Sebagai Sesudah Itu dilabeli sebagai pohon persahabatan. Penanaman tanaman kelengkeng ini tidak hanya menjadi penanda hubungan kekeluargaan dan persahabatan yang Mutakhir terjalin Di Universiti Selangor (Unisel) Bersama Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) saja, Berencana tetapi juga menyadarkan kita semua bahwa lingkungan alam beserta isinya perlu kita jaga dan lestarikan Untuk deforestasi dan kepunahan.
Bersama menjaga dan melestarikan lingkungan alam ini, kita sekaligus menjaga dan menyelamatkan kehidupan. Hal ini dikarenakan, apabila manusia kehilangan ekosistem hutan sebagai penopang kehidupan, hal itu sama saja Bersama kehilangan sumber penghasil oksigen terbesar Untuk manusia. Ke Di Itu, Bersama terus Berusaha menjaga kelestarian lingkungan, Malahan Di hal terkecil sekalipun seperti penanaman tanaman kelengkeng Ke Di lingkungan Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang, civitas akademika dan Peserta kegiatan Untuk Universitas Selangor Malaysia (Unisel) juga turut andil dan berperan aktif Untuk mencegah dampak yang timbul akibat kerusakan alam seperti kebakaran Ke Daerah vegetasi kering, kekeringan, tanah longsor, Genangan Air, dan penipisan lapisan ozon.
Friogi Sajidah Zinedine Nahl, mahasiswa prodi PLS FIP UM selaku Ketua Umum UA Green Campus FIP UM Di kegiatan tersebut menyampaikan harapannya, “semoga Bersama adanya kegiatan penanaman pohon persahabatan, Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) dapat menjaga hubungan yang baik Bersama pihak Universiti Selangor (Unisel). Ke Di Itu, Sebagai kedepannya semoga Lebih berkembang jalinan kerjasama Bersama pihak-pihak luar negeri. Dikarenakan kegiatan ini merupakan kesempatan pertama Untuk UA Green Campus FIP Sebagai berkolaborasi Bersama pihak luar negeri. Berkenaan Bersama kebermanfaatan tanaman kelengkeng itu sendiri, semoga dapat memberi kebermanfaatan Untuk sesama, melestarikan lingkungan Di hutan FIP agar menjadi lebih asri, dan rindang”, Ungkapnya.
Kegiatan penanaman pohon kelengkeng Ke Di lingkungan FIP UM yang menjadi salah satu agenda Untuk Inisiatif Summer Course Fakultas Ilmu Pembelajaran (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2025. Kegiatan ini merupakan realisasi komitmen Universitas Negeri Malang (UM) beserta segenap fakultas yang terhimpun Ke dalamnya khususnya Fakultas Ilmu Pembelajaran yang menggiatkan komitmen ini secara berkelanjutan sebagai kontribusi aktifnya Sebagai melestarikan lingkungan dan Merangsang tercapainya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Agenda Global) Ke 15 dan 13 yaitu melestarikan ekosistem daratan dan penanganan Pemanasan Global. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Penanaman Kelengkeng Di Inisiatif Summer Course FIP UM 2025











