Jakarta (Di) – Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menyampaikan perlunya Pemerintah memberi stimulus dan perlindungan sosial Untuk para pekerja Untuk Meningkatkan konsumsi Rumah tangga Di negeri.
Menurutnya, Meningkatkan konsumsi Rumah tangga Di ini merupakan satu-satunya cara Sebagai Mendorong Perkembangan ekonomi domestik Hingga Ditengah ketidakpastian Hingga tingkat Dunia.
“Satu satunya jalan adalah membuat bantalan konsumsi menjadi lebih empuk, paling tidak kalau Perkembangan ekonomi melambat jatuhnya tidak kencang banget, yaitu Memberi stimulus dan perlindungan sosial Untuk pekerja,” ujar Riandy Di diskusi CSIS bertajuk “Mengejar Target 8 perseb Hingga Ditengah Melambatnya Perekonomian: Setengah Tahun Pemerintahan Prabowo” Hingga Jakarta, Rabu.
Baca juga: Konsumsi Rumah tangga tumbuh 4,89 persen yoy triwulan I 2025
Ia mencontohkan, pemberian stimulus kepada para pekerja misalnya menambah durasi pemberian Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) menjadi satu tahun Bersama awalnya Pada enam bulan.
Agar, Gross Replacement Rate (tingkat penggantian pensiun bruto) atau manfaat uang tunainya bisa lebih Menimbulkan Kekhawatiran.
“Misalnya lewat JKP dibuat lebih generous lagi, durasinya ditambah ga cuma enam bulan tapi setahun, pro long periode of eversity. Gross Replacement Rate atau manfaat uang tunainya bisa Menimbulkan Kekhawatiran,” ujar Riandy.
Baca juga: Luhut: Perlambatan ekonomi lumrah terjadi Hingga masa transisi
Sebagai mendukung Langkah ini, menurutnya, pemerintah perlu menata ulang kembali Langkah- Langkah prioritas Hingga Ditengah Kemakmuran Biaya Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) yang Lagi tertekan Di ini.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Peneliti CSIS: Pemerintah perlu beri stimulus Untuk Perkembangan ekonomi











