Didalam rincian penumpang laki-laki sebanyak 207 orang, dan penumpang perempuan sebanyak 235 orang
Jakarta (Ditengah) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan Mengungkapkan pesawat Saudia Airlines Didalam nomor penerbangan SV-5726 yang melakukan pendaratan darurat Di Di Bandara Kualanamu, Medan, memuat 442 jamaah haji asal Indonesia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Faisa menyampaikan bahwa pihaknya telah Merasakan laporan Didalam PT. Angkasa Pura Indonesia Yang Berhubungan Didalam adanya ancaman bom yang Diberikan Dari orang yang tidak dikenal Melewati surat elektronik (email) Di pukul 07.30 WIB.
Email tersebut berisikan ancaman Didalam orang tak dikenal yang Berencana meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276 Didalam rute Jeddah – Jakarta (Bandar Udara Soekarno Hatta) yang membawa 442 jamaah haji Kloter 12 JKS.
“Didalam rincian penumpang laki-laki sebanyak 207 orang, dan penumpang perempuan sebanyak 235 orang,” kata Lukman Di keterangan Di Jakarta, Selasa.
Diketahui, Di Selasa (17/6) pukul 10.55 WIB, pesawat udara tersebut telah mendarat Di Bandar Udara Kualanamu, Medan dan diarahkan parkir Di isolated parking position.
Bandar Udara Kualanamu telah melakukan evakuasi Pada penumpang haji dan Berikutnya Skuat Jihandak melakukan penyisiran Pada keberadaan bom Di Di pesawat udara.
Kemenhub terus melakukan koordinasi kepada seluruh operator penerbangan, Asosiasi Keselamatan Bandar Udara dan pihak Yang Berhubungan Didalam lainnya hingga Situasi aman terkendali.
Di sisi lain, Pasukan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) diterjunkan Untuk mengevakuasi penumpang Saudi Airlines yang mendarat Di Bandara Kualanamu lantaran teror bom.
“Masih Di proses evakuasi Produk Di lapangan, Sambil ini Situasi masih aman,” kata Kepala Penerangan Kopasgat, Kolonel Pas Sumarsono Pada dikonfirmasi Ditengah Di Jakarta, Selasa.
Sumarsono mengatakan proses evakuasi berjalan Didalam kondusif. Seluruh penumpang juga dipastikan Di Situasi aman ketika turun Didalam pesawat
Tetapi hingga Pada ini, Sumarsono masih belum bisa memastikan adanya temuan Produk mencurigakan Di Di pesawat lantaran proses pemeriksaan hingga kini masih berlanjut.
Di Pada yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan hingga Pada ini belum ada benda mencurigakan diduga bom yang ditemukan Di Di pesawat ataupun bandara.
“Yang Berhubungan Didalam apakah ada Produk-Produk dicurigai ,sampai Pada ini aparat bandara Kualanamu masih melaksanakan pengecekan,” kata I Nyoman.
Baca juga: Pesawat Saudia Airlines dapat ancaman bom, InJourney terapkan ACP
Baca juga: Ada ancaman bom, penumpang dan kru pesawat Saudia Airlines dievakuasi
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Pesawat Saudia yang dapat ancaman bom muat 442 jamaah haji Indonesia











