Jakarta (Pintu Informasi) – Policy and Langkah Director Prasasti Piter Abdullah menilai eskalasi konflik Timur Ditengah Berpotensi Sebagai menjadi salah satu shock eksternal terbesar Bagi ekonomi Indonesia Ke 2026, terutama jika lonjakan harga energi berlangsung Di periode yang cukup lama.
“Ke awal tahun 2026, prospek ekonomi Indonesia sebenarnya masih terlihat cukup solid. Prasasti Meramalkan Perkembangan ekonomi Indonesia berada Ke kisaran 5,0-5,3 persen, didukung Bersama permintaan domestik yang relatif stabil serta mulai membaiknya Perkembangan kredit. Akan Tetapi demikian, lonjakan harga energi Berpotensi Sebagai mengubah dinamika tersebut,” katanya Di keterangan resmi Ke Jakarta, Jumat.
Di beberapa pekan terakhir, ketegangan Hubungan Dunia Ke Timur Ditengah Memperbaiki kekhawatiran pasar Internasional, seiring lonjakan harga Migas dunia dan meningkatnya ketidakpastian Ke jalur perdagangan energi internasional.
Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel juga Memperbaiki risiko gangguan Pada Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui Disekitar 20-30 persen perdagangan Migas dunia.
Gangguan Ke jalur ini Berpotensi Sebagai menciptakan shock pasokan energi Internasional yang Merangsang lonjakan harga Migas mentah serta Memperbaiki volatilitas pasar energi internasional.
Piter menganggap salah satu kerentanan yang paling awal terlihat Di situasi seperti ini adalah keterbatasan cadangan energi strategis nasional.
Apabila konflik Hubungan Dunia terjadi Ke kawasan yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia, lanjutnya, Negeri-Negeri pengimpor seperti Indonesia harus lebih waspada. Cadangan energi yang terbatas membuat ruang manuver Aturan menjadi lebih sempit apabila terjadi gangguan pasokan Internasional.
Cadangan Migas strategis Indonesia diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan Disekitar 23-26 hari, masih jauh Ke bawah standar yang direkomendasikan Bersama International Energy Agency (IEA), yaitu Disekitar 90 hari Produk Impor bersih.
Di Situasi normal, keterbatasan tersebut Bisa Jadi tak terlalu terlihat, tetapi Ke konteks potensi gangguan pasokan Internasional, situasi ini dapat Memperbaiki kerentanan energi nasional.
Fluktuasi Harga Migas disebut Berencana Memperbaiki biaya produksi Ke berbagai sektor, melemahkan daya beli Rumah tangga, serta menambah tekanan Pada Kurs Mata Uang Idr. Jika harga energi bertahan tinggi Di waktu yang cukup lama, ucapnya, Potensi Perkembangan ekonomi Indonesia turun Ke bawah ambang 5 persen menjadi Lebih besar.
Dia menambahkan bahwa tekanan energi yang berkepanjangan Berpotensi Sebagai memicu perlambatan konsumsi Rumah tangga, serta peningkatan Fluktuasi Harga Lewat kenaikan biaya distribusi Produk Internasional. Situasi tersebut dapat Memperbaiki risiko arus keluar modal serta memperbesar tekanan Pada stabilitas pasar keuangan domestik jika dilihat Di skenario yang lebih ekstrem.
Penghayatan masa lalu Menunjukkan guncangan eksternal dapat mempengaruhi ekonomi domestik Di waktu relatif singkat, seperti periode krisis keuangan Internasional 2008-2009, Perkembangan ekonomi Indonesia tetap positif Akan Tetapi melambat Disekitar 1,4 Nilai persentase Di satu tahun.
Samping Itu, lonjakan harga Migas turut Berpotensi Sebagai Memberi tekanan Pada stabilitas Kurs Mata Uang Idr. Harga energi lebih tinggi biasanya Memperbaiki kebutuhan Produk Impor energi, yang dapat memperbesar tekanan Pada neraca eksternal.
Piter menerangkan bahwa peningkatan ketidakpastian Internasional juga cenderung Merangsang investor internasional mengalihkan portofolio mereka Hingga aset yang Dikatakan lebih aman. Kurs Matauang Negeri berkembang, termasuk Idr, sering kali Merasakan volatilitas yang lebih tinggi Di situasi seperti ini.
“Ketika harga energi naik dan ketidakpastian Internasional Menimbulkan Kekhawatiran, tekanan Pada Kurs Mata Uang Idr biasanya ikut Menimbulkan Kekhawatiran. Ini bukan hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga dinamika pergerakan modal Internasional,” ungkap Piter.
Kendati demikian, Prasasti menilai Situasi Pada ini belum mengarah Ke krisis. Fundamental makro ekonomi Indonesia dinilai masih relatif kuat dibandingkan Bersama beberapa periode guncangan Sebelumnya Itu, tetapi situasi Pada ini tetap memerlukan pengelolaan Aturan yang hati-hati.
Piter menganggap pemerintah perlu memastikan komunikasi Aturan ekonomi berjalan Bersama jelas, terutama Yang Terkait Bersama strategi menjaga disiplin fiskal, mengelola tekanan Dukungan Pemerintah energi, serta mempertahankan kepercayaan investor.
“Di situasi ketidakpastian Internasional seperti sekarang, kejelasan arah Aturan ekonomi menjadi sangat penting. Pasar Berencana melihat bagaimana pemerintah menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan ekonomi domestik tetap tumbuh,” ujar dia.
Prasasti juga menilai bahwa perkembangan konflik Hubungan Dunia ini dapat mempengaruhi prospek Perkembangan ekonomi Indonesia.
Menurut Prasasti, Pada ini penting Bagi pemerintah Sebagai Memperbaiki transparansi kepada publik mengenai arah perekonomian Indonesia Ke Ditengah eskalasi besar. Komunikasi yang jelas dan tepat waktu Dikatakan sangat penting, Sebab publik berhak mengetahui bagaimana pemerintah menilai risiko serta menyiapkan langkah antisipasi.
Pihaknya juga menyebut pemerintah perlu meninjau kembali sejumlah proyek strategis nasional apabila krisis Lebih memburuk agar ruang fiskal perlu tetap fleksibel, dan penetapan prioritas proyek menjadi penting apabila tekanan eksternal Pada Dana Negeri Menimbulkan Kekhawatiran.
Terakhir, penguatan komunikasi yang konsisten Bersama investor perlu dijalankan, termasuk kepada lembaga pemeringkat dan institusi sell-side. Pihaknya merasa pemerintah harus menyampaikan secara jelas langkah-langkah konkret yang diambil Sebagai menjaga stabilitas fiskal dan mempertahankan kepercayaan pasar.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Pintu Informasi 2026
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Prasasti wanti-wanti lonjakan harga energi berlangsung lama











