Jakarta (Pintu Informasi) – Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati meminta Lembaga Legis Latif RI Sebagai tidak menilai Surat Berharga Negeri (SBN) semata-mata sebagai beban utang melainkan instrumen Penanaman Modal yang dipercaya dan dibutuhkan Didalam Kelompok luas.
Sri Mulyani Untuk Pertemuan Paripurna Lembaga Legis Latif RI Hingga-24 Masa Persidangan IV Hingga Jakarta, Selasa, mengajak para anggota dewan Sebagai melihat SBN Untuk sisi permintaan, bukan hanya sebagai beban Untuk neraca Dana.
Menurut dia, SBN justru menjadi instrumen Penanaman Modal yang aman dan diminati Didalam berbagai kalangan.
“Mari kita lihat Untuk sisi ‘demand’ atau pemintanya. Lembaga-lembaga baik itu pensiun, asuransi, perbankan, Justru Kelompok kecil telah memegang Surat Berharga Negeri kita. Mereka membutuhkan instrumen Penanaman Modal yang aman,” katanya.
Maka Untuk itu, ia mengatakan berkomitmen Sebagai terus mengelola SBN secara hati-hati sebagai salah satu strategi pembiayaan Dana Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN).
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas pandangan Fraksi PKB dan NasDem Untuk Pertemuan paripurna Sebelumnya Itu, yang menyoroti pentingnya kehati-hatian Untuk pengelolaan SBN sebagai Pada Untuk pembiayaan Negeri.
Didalam Detail, kata Bendahara Negeri itu menegaskan, pemerintah Akansegera terus melakukan Belajar kepada publik agar SBN tidak hanya dipersepsikan sebagai utang pemerintah, tetapi sebagai alat Penanaman Modal bernilai yang Memberi rasa aman Untuk pemiliknya, mulai Untuk ibu Rumah tangga, mahasiswa, hingga institusi pemegang dana jangka panjang.
Ke kesempatan yang sama Sri Mulyani juga mengatakan komitmen pemerintah Untuk menjaga Kesejajaran utang Negeri. Berbagai risiko utang, mulai Untuk suku bunga, Kurs Mata Uang, hingga pendanaan kembali terus dimonitor dan dikelola secara hati-hati.
“Mengenai Kesejajaran utang, kami terus Akansegera waspadai risiko suku bunga utang, risiko Kurs Mata Uang dan risiko pembiayaan ulang atau ‘refinancing’. Semua tetap berada Ke batas aman, baik Untuk jangka pendek maupun jangka menengah,” katanya.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © Pintu Informasi 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Hingga situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Sri Mulyani minta Lembaga Legis Latif RI tak pandang SBN sebagai beban utang











