Studi Islam Di Masa Klasik
Berdasarkan potongan sejarah timbulnya Islam, peradaban Islam dunia meliputi dua kerajan besar, yaitu Persia dan Bizantium yang bersuku badui dan pengembala unta hidup mereka bersuku-suku (kabilah) Di mata pencarian mereka adalah berdagang.
26 Belajar Islam Di masa-masa awal perkembangan Islam dilaksanakan Di masjid-masjid. Mahmud Yunus menjelaskan bahwa pusat-pusat studi Islam Di awal-awal perkembangannya adalah Mekah dan Madinah (Syam); Basrah dan Kufah (Irak); Damaskus dan Palestina (Syam); dan Fustat (Mesir), Madrasah Mekah dipelopori Dari Muadz bin Jabal, Madrasah Madinah dipelopori Dari Abu Bakar, Umar, dan Utsman, Madrasah Basrah dipelopon Dari Abu Musa Al-Asy’ari dan Anas bin Malik.
Madrasah Kufah dipelopori Dari Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas’ud, Madrasah Damaskus (Syiria) dipelopori Ubadah dan Abu Darda, sedangkan Madrasah Fustat (Mesir) dipelopori Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash.
Studi Islam Di Masa Kejayaan
Setelahnya berkembangnya Islam, tepatnya Di masa kejayaan Islam. Studi Islam dipusatkan Di Kota Besar Negeri, yaitu Baghdad. Di istana Dinasti Bani Abbas Di masa berkuasanya putra Harun Ar-Rasyid, yaitu Al-Makmun (813-833), didirikanlah Bait Al-Hikmah sebagai pusat Pembuatan ilmu pengetahuan yang mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai perpustakaan serta lembaga Belajar (sekolah), dan sebagai pusat penerjemahan karya-karya Yunani Kuno Hingga Di bahasa Arab Di rangka melakukan akselerasi Pembuatan ilmu pengetahuan.
Masa ini sering disebut sebagai Golden Age of Islam, Di mana umat Islam tidak hanya menjadi pemeluk agama yang taat, tetapi juga pelopor kemajuan intelektual dan ilmiah dunia.
Di masa yang sama, Di Eropa (Spanyol) terdapat pusat kebudayaan yang merupakan tandingan pusat kebudayaan Baghdad, tepatnya Di Universitas Cordova, yang didirikan Dari salah satu Khalifah Dinasti Bani Umayah, yaitu Abdurrahman III (929-961).
Di Pada timur Baghdad juga didirikan Madrasah Nizhamiah yang didirikan Dari Perdana Pembantu Kepala Negara Nizham Al-Muluk; Di Kairo (Mesir) didirikan Universitas Al-Azhar yang didirikan Dari Dinasti Fatimiyah. Karenanya, pusat-pusat studi Islam Di masa kejayaan Islam adalah; Baghdad, Spanyol, dan Mesir.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Hingga www.unisma.ac.id
Studi Islam Di masa ini juga Menunjukkan keterbukaan intelektual yang luar biasa, Di mana karya-karya filsafat Yunani, Persia, dan India diterjemahkan dan dikaji kritis Di bingkai Islam, lalu dikembangkan sesuai Di nilai-nilai tauhid. Intelektual Muslim Di masa itu tidak melihat adanya dikotomi Di agama dan ilmu, tetapi justru memadukannya Di satu kesatuan utuh Sebagai memahami ciptaan Allah secara menyeluruh.
Kejayaan studi Islam ini Menunjukkan bahwa Islam, ketika dipahami secara mendalam dan diamalkan secara kontekstual, mampu menjadi kekuatan pendorong utama Di membangun peradaban yang maju, beradab, dan berkeadilan. Masa tersebut menjadi teladan Untuk umat Islam masa kini bahwa kemajuan hanya dapat diraih Di menyeimbangkan Di ilmu, iman, dan amal, serta membuka diri Di dialog peradaban tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Studi Islam Di Masa Modern
Studi Islam sekarang ini Merasakan perkembangan cukup pesat hampir Di seluruh dunia, baik Negeri Islam maupun Negeri non-Islam. Di Negeri Islam terdapat pusat-pusat studi Islam, seperti Universitas Ummul Quro Di Arab Saudi dan Universitas Al-Azhar Di Kairo. Di Iran didirikan Universitas Teheran. Di Universitas ini, studi Islam dilakukan Di satu fakultas, yaitu Kuliyyat Ilahiyat (Fakultas Agama).
Di Universitas Damaskus (Syiria), studi Islam dipusatkan Di Kuliyyat Asy-Syariah (Fakultas Syariah) bahwa Di dalamnya terdapat Langkah studi Ushuluddin, Tasawuf, dan sejenisnya. Di Indonesia kajian Islam dilaksanakan Di 53 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang terdiri Di 11 UIN, 23 IAIN, dan 19 STAIN. Di Di Di PTAIN studi Islam terdapat Di sejumlah perguruan tinggi swasta, seperti UNISBA (Bandung), UNISSULA (Semarang), UII (Yogyakarta), dan UMY (Yogyakarta).
Studi Islam Di Negeri-Negeri non-Islam diselenggarakan Di beberapa Negeri, Di antaranya India, Amerika, Inggris, dan Kanada. Di India pusat studi Islam terdapat Di Universitas Aligarh dan Jamia Millia Islamia. Di Universitas Aligarh studi Islam dibagi dua, yaitu Islam sebagai doktrin dikaji Di Fakultas Ushuluddin yang mempunyai dua Jurusan, yaitu Jurusan Mazhab Ahlu Sunah dan Jurusan Mazhab Syi’ah. Berencana tetapi, Islam sebagai sejarah dikaji Di Fakultas Humaniora Jurusan Islamic Studies. Di Jamia Millia Islamia, New Delhi, studi Islam dikaji Di Fakultas Humaniora yang membawahi Arabic Studies, Persian Studies, dan Political Science.
Di Amerika, kajian Islam diselenggarakan Di Chicago University. Kajian Islam berada Di pusat Studi Timur Di dan Jurusan Bahasa, serta Kebudayaan Timur Didekat. Di lembaga ini, kajian Islam lebih mengutamakan kajian tentang pemikiran Islam, bahasa Arab, naskah-naskah klasik, dan bahasa-bahasa Islam non-Arab. Selain kaijan-kajian Di atas, kajian Islam Di Amerika Di umumnya mengutamakan sejarah studi Islam, sastra, dan ilmu-ilmu sosial. ***
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Hingga www.unisma.ac.id
*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi Pada tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Studi Islam Di Masa Klasik, Masa Kejayaan, Masa Modern











