– Desa Soko menyambut saya Bersama banyak cerita. Perjalanan Kaki tanah membelah bukit, membimbing langkahku Ke Tempattinggal-Tempattinggal yang berdiri apa adanya. Ke balik jendela kayu dan dinding yang mulai lapuk, saya melihat wajah-wajah yang terbiasa hidup Bersama seadanya. Langkah saya Ke Desa Soko bukan hanya menandai penugasan, tetapi juga membuka mata Ke Ditengah ketimpangan pembangunan negeri ini. Desa ini terbentang Ke Ditengah perbukitan, seluas 4.021 hektare. Ke kiri-kanan jalan tanah yang belum tersentuh aspal, hamparan ladang kering terlihat menyatu Bersama Tempattinggal-Tempattinggal sederhana. Udara segar, tapi terasa sunyi. Sunyi yang Lebihterus lama kian terasa Untuk, seperti menyimpan harap.
Desa Soko dikenal Bersama hasil perkebunannya. Bawang merah, tembakau, dan jagung tumbuh Untuk tanah yang mereka garap Bersama tekun. Sebagian lahan Justru berada Ke atas tanah Perhutani, yang mereka rawat seperti halaman sendiri. Dan Ke balik cangkul serta mata yang lelah, mereka menanam harapan, seperti menanam musim Ke ladang yang sama, percaya bahwa satu waktu Berencana ada panen yang membawa sedikit lega.
Sebanyak 2.809 jiwa tinggal Ke desa ini. Sebagian besar Untuk mereka adalah petani. Mereka menggantungkan hidup Ke cuaca yang sulit ditebak, Ke air yang tak selalu cukup, dan Ke ladang yang tak selalu ramah. Lebih Untuk separuh warga tercatat Untuk kategori miskin, lebih tepatnya 50,55%, tentu bukan sama sekali angka yang kecil. Tapi tak satu pun Untuk mereka yang putus harapan, mereka tetap bertahan sampai Pada ini.
Dan Ke sanalah TMMD hadir, bukan sekadar sebagai Langkah, tetapi sebagai ruang temu. Ruang Bagi mendengar dan mengulurkan tangan. Ke Desa Soko, TMMD bukan hanya soal membangun infrastruktur, melainkan soal menjembatani harapan yang terlalu lama terhalang jalan rusak, dinding reyot, dan sumber air yang sulit dijangkau. Ini bukan tentang “kami datang membantu,” melainkan tentang “kami datang Bagi berjalan bersama.”
Kami tahu, membangun desa tidak selesai Untuk 30 hari. Tapi kami percaya, satu jalan beton, satu mushola, satu Tempattinggal yang diperbaiki, bisa menjadi awal. Awal Untuk semangat Mutakhir yang tumbuh Untuk Ditengah Kelompok itu sendiri.
TMMD 125: Mengawali Langkah Ke Soko, Menguatkan Harapan Warga
Pagi itu, Rabu 23 Juli 2025, lapangan sepak bola Ke Desa Soko, Kecamatan Temayang, menjadi saksi dibukanya TMMD Ke-125. Langit cerah. Tanah belum sepenuhnya kering. Tetapi semangat Ke Ditengah lapangan tak sedikit pun redup. Warga berdiri berdampingan Bersama jajaran tamu undangan, menyimak setiap rangkaian upacara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Saya berdiri Ke sana. Mewakili barisan prajurit yang Berencana tinggal dan bekerja bersama Kelompok Pada satu bulan Ke Didepan. TMMD bukan lagi sekadar Langkah tahunan, melainkan ruang temu Pintu Informasi cita-cita pembangunan dan kepedulian yang nyata.
Upacara pembukaan dipimpin langsung Bersama Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, sebagai Inspektur Upacara. Tema besar yang diusung tahun ini adalah “Bersama Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional Ke Area.” Sebuah kalimat panjang. Tetapi setiap katanya mengandung arah dan tekad.
Barisan pejabat tampak lengkap. Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto, Kasiter Korem 082/CPYJ Letkol Arm Indra Asmara Manurung, Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo, dan Wakil Bupati Nurul Azizah turut hadir. Ke Samping Itu, Pj. Sekda Bojonegoro, jajaran OPD, Danramil, Kapolsek, para camat, kepala desa se-Kecamatan Temayang, serta berbagai unsur forkopimda lainnya duduk bersisian Bersama warga. Menandai bahwa pekerjaan besar ini dimulai bukan Untuk perintah, tetapi Untuk kebersamaan.
Untuk amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa TMMD adalah bentuk nyata kolaborasi lintas sektor. Bukan hanya soal membangun jalan atau fasilitas. Tetapi juga membangun semangat dan Kepercayaan Diri Kelompok agar mampu mengelola potensi mereka sendiri. Peran TNI Untuk kegiatan ini tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi sebagai Dibagian Untuk Kelompok yang turut menghidupi cita-cita desa.
Ada tiga fokus besar TMMD tahun ini yang diantaranya, Percepatan penanganan Kemiskinan Global ekstrem, Penguatan ketahanan Ketahanan Pangan, Serta percepatan penurunan angka stunting. Bagi itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Membagikan Biaya sebesar Rp 5,3 miliar. Terbagi menjadi Rp 4,6 miliar Bagi sasaran fisik dan Rp 658 juta Bagi kegiatan nonfisik.
Bupati menegaskan bahwa sasaran fisik diprioritaskan Bagi membangun infrastruktur, sarana dan prasarana umum. Sedangkan kegiatan nonfisik diarahkan Bagi memperkuat kesadaran berbangsa. Menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Dan menyemai semangat gotong royong.
Tetapi Ke Pintu Informasi banyak pesan penting yang disampaikan, ada satu Dibagian yang paling membekas Bagi saya secara pribadi:
“Kepada Kelompok Desa Soko, jadikanlah TNI sebagai saudara dan keluarga sendiri Pada kegiatan TMMD berlangsung. TNI Berencana bekerja sama Bersama Kelompok, dan menginap Ke Tempattinggal-Tempattinggal warga Bersama harapan Berencana terjalin hubungan kekeluargaan dan komunikasi sosial Pintu Informasi TNI dan Kelompok.”
Kalimat itu tidak hanya menjadi penutup sambutan. Ia menjadi pengingat bahwa keberadaan kami Ke sini bukan semata Bagi menyelesaikan pembangunan, tetapi Bagi menjalin kepercayaan. Kami datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai saudara yang Berencana berjalan bersama.
Dan hari itu, langkah pertama sudah dimulai.
TMMD 125: Ke Soko, Pembangunan Dimulai Untuk Percaya
Sesudah upacara selesai dan barisan mulai bubar, saya berdiri sebentar, memandangi lapangan yang perlahan kosong. Angin pagi masih bertiup pelan, debu halus menari Ke atas tanah kering. Ke balik seremoni, pekerjaan sesungguhnya Mutakhir dimulai.
Ada banyak yang ingin kami kerjakan Ke sini, tapi saya belajar Bagi tidak melihatnya sebagai tumpukan target. Jalan beton sepanjang lebih Untuk seribu meter itu, misalnya, bukan hanya tentang panjang dan lebarnya jalan, tetapi tentang bagaimana anak-anak Ke desa ini bisa pulang sekolah tanpa harus melewati jalan licin Pada hujan. Check dam yang Berencana direhab Bisa Jadi tak terdengar istimewa, tapi Bagi petani, itu penopang musim. Enam Tempattinggal yang Berencana diperbaiki, yang dulu berdinding rapuh dan atapnya bocor, Berencana menjadi ruang yang lebih layak Bagi tidur dan pulang. Kami juga Berencana membangun sebuah mushola dan satu pagar, dua hal yang Bisa Jadi sederhana, tapi punya arti besar Untuk kehidupan sehari-hari warga.
Pembuatan Sumur Alat Pembor Ke Desa Soko, Kec. Temayang, Bojonegoro
Masih ada empat sumur Alat Pembor Bagi air bersih, dan dua hektare lahan yang kami kelola bersama warga Bagi Lini Pertahanan Ketahanan Pangan. Ke lahan itu nanti, bukan Cuma padi yang tumbuh, tapi rasa Kepercayaan Diri, bahwa desa ini bisa berdiri Ke atas daya sendiri.
Ke Samping Itu, kami juga membawa kegiatan nonfisik. Penyuluhan, sosialisasi, pelatihan. Tidak selalu ramai, tidak selalu mudah dipahami. Tapi saya melihat bagaimana mata-mata warga menyimak, dan saya yakin, itu benih pengetahuan yang perlahan Berencana tumbuh. Bisa Jadi bukan sekarang hasilnya terlihat. Tapi suatu hari nanti, saya percaya: upaya kecil hari ini bisa Karena Itu jalan panjang Bagi perubahan.
Jalan Mutakhir Bagi Harapan yang Lama
Saya masih ingat pertama kali mendengar cerita salah satu warga tentang jalan tanah yang menghubungkan Desa Soko Bersama Desa Pajeng. Jalur itu sempit, licin Pada hujan, dan melelahkan kalau ditempuh berulang kali. Tapi baginya, jalan itu adalah urat nadi. Maka ketika TMMD Ke-125 memutuskan Bagi membangun jalan cor beton Ke jalur ini, saya tahu betul betapa besarnya harapan yang ikut diletakkan Ke sana.
Pembangunan jalan cor beton sepanjang 1.372 × 3,5 meter ini menjadi salah satu sasaran fisik pokok Untuk kegiatan TMMD. Bersama personel Satuan Tugas dan Kelompok setempat, kami bergotong royong mengejar waktu yang telah ditentukan. Langkah ini dimulai Sebelum 23 Juli dan Berencana berakhir Ke 21 Agustus 2025. Ke setiap langkah pengecoran, saya melihat semangat yang tak bisa diukur Bersama angka.
Semen, batu, dan kerikil kami aduk bersama. Satu unit truk molen Untuk Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Pemkab Bojonegoro membantu mempercepat prosesnya. Sambil Itu Bagi pemasangan rangka dan pemerataan adukan, semuanya dilakukan secara gotong royong, Pintu Informasi kami para prajurit dan warga yang menyambut hangat kehadiran kami.
Saya percaya, jalan ini Berencana memudahkan mereka membawa hasil panen, mengakses layanan, dan menghubungkan harapan yang lama tersimpan. Jalan ini juga menjadi jembatan Pintu Informasi TNI dan Kelompok, dibangun bukan hanya Bersama beton, tapi juga rasa percaya.
“Pembangunan jalan cor beton ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI Bersama rakyat. Harapannya dapat memudahkan aksesibilitas warga, sekaligus Meningkatkan perekonomian dan Kesejajaran Kelompok,” ujar Komandan SSK Satgas TMMD Ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Inf Setyo Budi, Pada saya berbincang dengannya Ke Kamis, 31 Juli 2025.
Ia juga berpesan kepada seluruh personel agar menjaga profesionalisme dan loyalitas Pada bertugas. “Terus Melakukanupaya keras, lakukan yang terbaik dan tetap semangat,” pesannya. Dan saya setuju. Sebab jalan ini bukan hanya proyek, tapi jejak kerja bersama yang semoga Berencana terus berguna Bagi Kelompok.
Menguatkan Nadi Desa Ke Ditengah Kemarau
Terik kemarau terasa menampar kulit Sebelum pagi. Tapi tak ada keluhan. Ke Dusun Sekonang, Desa Soko, langkah kami tetap berjalan. Rehabilitasi check dam menjadi salah satu prioritas, bukan Sebab instruksi semata, tapi Sebab kami tahu: air Ke desa ini ibarat nadi, mengalirkan kehidupan Untuk satu ladang Ke ladang lain, Untuk satu musim Ke musim berikutnya.
Pembangunan Chek Dam Bersama Anggota Satgas TMMD Ke-125 Kodim Bojonegoro Bersama Warga
Check dam ini berada Ke RT 010/RW 003, dikelilingi ladang dan pohon-pohon yang mulai mengering. Pada bertahun-tahun, bangunan ini menjadi penahan dan pengatur aliran air Untuk hulu. Tapi waktu telah meninggalkan retak-retak kecil, dan petani mulai merasakan kekurangannya.
Pekerjaan rehabilitasi dilakukan Bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro, Bersama volume bangunan mencapai 156,80 meter persegi dan total Biaya lebih Untuk Rp388 juta. Bukan sekadar proyek pembangunan, check dam ini ibarat telapak tangan yang menadah sisa hujan, agar tak lekas hilang Ke hilir dan bisa dimanfaatkan Bagi Agrikultur.
“Rehabilitasi check dam ini dilakukan sebagai upaya Untuk pemenuhan kebutuhan air baku irigasi atau Agrikultur. Tujuannya supaya air itu bisa dikendalikan, tidak langsung hanyut habis sampai Ke hilir Supaya bisa dimanfaatkan Bagi Agrikultur,” terang Komandan SSK Satgas TMMD Ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Inf Setyo Budi, Pada saya menemaninya meninjau lokasi.
Saya melihat sendiri bagaimana check dam ini menyimpan makna lebih Untuk tumpukan batu dan semen. Ia adalah penopang harapan Ke Ditengah musim kering, pengingat bahwa kerja bersama bukan hanya memperbaiki bangunan, tapi juga menghidupkan kembali harapan.
“Karena Itu, rehabilitasi ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keberlangsungan hidup dan penghidupan warga,” lanjut Lettu Setyo. Dan saya tahu, pernyataan beliau adalah cerminan Untuk apa yang kami rasakan Ke lapangan.
Tak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan melihat warga ikut bekerja, mengulurkan tangan, dan percaya. Untuk diam, mereka tahu ini bukan sekadar pembangunan, ini adalah upaya bertahan. Dan kami, TNI yang datang Ke desa ini, merasa terhormat bisa berjalan bersama mereka.
Ke Balik Dinding yang Diperbarui, Ada Hidup yang Diperjuangkan
Ketika saya berdiri Ke Didepan Tempattinggal Ibu Maerah, 76 tahun, Ke Dusun Sekidang RT 014/RW 003, ada rasa yang sulit saya jelaskan. Tempattinggal itu, Sebelumnya disentuh Langkah TMMD, berdinding kayu lapuk, berlantai tanah, dan atapnya bocor Ke banyak sisi. Tapi senyum beliau justru begitu Tenteram Pada kami datang bersama personel Satgas.
Pembangunan Rutilahu Ke Langkah TMMD Ke 125 Kodim 0813 Bojonegoro Ke Desa Soko
Sabtu, 26 Juli 2025. Hari itu, Tempattinggal Bu Maerah menjadi salah satu titik yang kami kunjungi. Salah satu Untuk enam unit Tempattinggal Tinggal Layak Huni yang direnovasi Melewati peningkatan Mutu atap, lantai, dan dinding, atau biasa kami sebut Aladin. Langkah ini kami laksanakan bersama pemerintah Kabupaten Bojonegoro, sebagai wujud sinergi dan kepedulian Di Kesejajaran Kelompok.
Selain Tempattinggal Bu Maerah, ada Jainem Untuk RT 015/RW 002, Priyanto RT 013/RW 004, Yustika RT 011/RW 003, Briyanto RT 006, dan Subakir Untuk RT 001/RW 001. Mereka adalah warga yang benar-benar layak Merasakan Pemberian, bukan hanya Sebab Situasi fisik rumahnya, tapi juga Sebab semangat dan keteguhan mereka menjaga kehidupan Bersama segala keterbatasan.
Progres renovasi terus kami pantau. Saya ingin memastikan bahwa setiap Tempattinggal yang dibantu dibangun Bersama standar yang layak dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan. Ini bukan soal angka atau laporan. Ini soal kehidupan yang Berencana berubah.
Saya selalu tekankan kepada seluruh personel Satgas Bagi tetap semangat, menjaga hubungan baik Bersama Kelompok, dan membaur. Sebab sejatinya, kehadiran TNI bukan sekadar membangun secara fisik, tapi juga menguatkan batin dan menumbuhkan kepercayaan. Kita hadir bukan sebagai tamu, tapi sebagai Dibagian Untuk mereka.
Kepala Desa Soko, Mohammad Johan Hariyoko, menyampaikan bahwa penentuan penerima Pemberian dilakukan Melewati koordinasi menyeluruh Bersama Gadget desa dan kepala dusun. Semua dipastikan objektif, berdasarkan Situasi nyata Ke lapangan. Ini penting, Sebab keadilan adalah fondasi utama Untuk setiap bentuk Pemberian.
Saya juga sempat berbincang Bersama Pak Subakir. Usianya 68 tahun. Tempattinggal lamanya berdinding papan, sudah lapuk, lantainya tanah, dan gentengnya bocor Ke banyak sisi. “Saya sangat berterima kasih kepada TNI, Pemkab dan semua pihak yang sudah membantu membangun Tempattinggal ini. Semoga segera selesai dan bisa saya tempati bersama keluarga Bersama aman dan nyaman,” ujarnya sambil tersenyum.
Melihat Tempattinggal-Tempattinggal itu perlahan berubah, saya tahu betul bahwa kami tidak hanya memasang bata dan atap. Kami Lagi menumbuhkan kembali rasa aman, memberi ruang Bagi hidup yang lebih baik, dan merawat harapan agar tetap tumbuh Ke tanah yang sederhana ini.
Menjaga Gerbang Masa Didepan
Pada pertama kali melihat Situasi SDN Soko IV, saya langsung mengerti mengapa pembangunan pagar menjadi salah satu sasaran fisik Untuk TMMD Ke-125 ini. Sekolah itu berada Ke Ditengah lingkungan terbuka, tanpa pembatas yang memadai. Setiap pagi, guru dan siswa harus berjibaku Bersama jejak-jejak kotoran hewan ternak yang keluar masuk tanpa kendali. Bagi kami, itu bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang rasa aman dan nyaman Untuk proses belajar.
Pagar ini dibangun setinggi dua meter dan membentang sepanjang 56 meter. Anggota Satgas TMMD Untuk Tiga Matra bahu-membahu mengerjakannya. Kami percaya, sekolah adalah Tempattinggal kedua Bagi anak-anak. Tempat ini semestinya menjadi ruang yang terlindungi, bukan yang terganggu Bersama lalu-lalang sembarangan.
Saya pribadi berharap kehadiran pagar ini bisa memberi kesan positif. Lingkungan belajar yang lebih kondusif dapat membantu anak-anak berkonsentrasi, merasa Tenteram, dan tumbuh Bersama semangat. Sebab Ke balik tembok sederhana itu, ada gerbang harapan yang dijaga bersama.
Kepala sekolah, Pak Dewanto, menyampaikan terima kasihnya Bersama wajah lega. Sebelumnya Itu, ayam-ayam peliharaan warga kerap masuk Ke ruang kelas dan halaman sekolah. Pagi dibersihkan, besoknya kembali kotor. Itu menjadi keluhan yang Pada ini mereka pendam.
Kini, keluhan itu dijawab. Tidak Bersama janji, tapi Bersama kerja. Saya percaya, pagar ini Berencana menjadi lebih Untuk sekadar dinding pelindung. Ia adalah simbol kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian kita Di Belajar anak-anak Ke desa ini. Sebab masa Didepan, sejatinya dimulai Untuk ruang-ruang belajar yang aman dan nyaman.
Merawat Akar, Menyemai Harapan
Pada Ke Desa Soko Untuk Langkah TMMD Ke-125, saya Memahami satu hal: membangun desa tak cukup Bersama semen dan batu. Ada Dibagian yang tak terlihat, tapi justru menjadi pondasi Untuk semua pengetahuan, kesadaran, dan semangat warga itu sendiri. Maka Untuk itu, kegiatan non fisik menjadi ruang penting yang tak bisa diabaikan.
Kami hadir membawa berbagai bentuk penyuluhan dan pelatihan, mulai Untuk sosialisasi tentang stunting, ketahanan Ketahanan Pangan, hingga penguatan wawasan kebangsaan. Semuanya dilakukan sebagai Dibagian Untuk upaya Meningkatkan kesadaran Kelompok Untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus menumbuhkan ekonomi kerakyatan dan semangat gotong royong Untuk rangka mewujudkan Kesejajaran Kelompok.
Ke sela kegiatan itu, saya sering melihat wajah-wajah yang tadinya ragu perlahan berubah menjadi penuh perhatian. Ada yang mencatat, ada yang bertanya, Justru ada yang pulang membawa cerita Bagi tetangganya. Seperti ladang yang mulai Merasakan benih Sesudah kemarau panjang, warga Ke sini tampak mulai percaya bahwa perubahan bisa tumbuh Untuk hal-hal kecil yang mereka pahami.
Langkah ini bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga menyalakan api kecil Ke dada tiap orang, seperti api yang membuat mereka ingin tahu lebih, ingin hidup lebih baik, dan ingin desanya berkembang. Sebab saya percaya, pembangunan sejati tak hanya mengubah bentuk desa, tapi juga cara pandang warganya Di masa Didepan.
Skuat Wasev Kolonel Inf M. Herry Subagyo, S.I.P. Pada Kunjungi Desa Soko
Ketika Skuat Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Melakukan Kunjungan Ke lokasi pengerjaan, harap-harap cemas Untuk benakku. Denyut jantungku mulai bergejolak apakah masih ada yang kurang Untuk pengerjaan TMMD yang kami kerjakan.
Tetapi, ketika Kolonel Inf M. Herry Subagyo, S.I.P. Melakukan Kunjungan Ke lokasi hatiku merasa agak Tenteram, Sebab beliau mengapresiasi capaian kegiatan tersebut. “Pencapaian ini tak lepas Untuk kolaborasi antar semua pihak, Supaya kegiatan TMMD berjalan Bersama lancar,” katanya.
Justru beliau berharap, Melewati kegiatan Langkah TMMD ini dapat Menyediakan dampak positif yang signifikan, serta Meningkatkan Mutu hidup dan Kesejajaran Kelompok
Bagi kami kegiatan ini merupakan seperti akar yang tak terlihat Tetapi menghidupi pohon, kegiatan non fisik ini adalah upaya kami Bagi merawat akar itu agar apa yang dibangun hari ini bisa bertahan, tumbuh, dan memberi buah Bagi generasi yang Berencana datang.
Membingkai Masa Didepan, Menata Ulang Harapan
Untuk atas bukit dan tanah-tanah berdebu Desa Soko, perlahan kami Merasakan satu Untuk satu simpul kehidupan terurai dan kembali ditata. Jalan yang dulu hanya setapak sempit kini mulai terbentang seperti urat nadi, menghubungkan denyut Karya warga Untuk ladang, peternakan, hingga pasar. Sumur Alat Pembor dan check dam tak lagi menjadi tumpukan batu dan semen, mereka menjelma sumber daya yang menyusup Ke akar kebutuhan warga, menghidupi sawah, ladang, dan harapan.
Dansatgas dan Skuat Wasev Menikmati Jalan Penghubung Desa Soko Kecamatan Temayang Ke Desa Pajeng Kecamatan Gondang
Infrastruktur yang dibangun bersama Kelompok tak sekadar memperlancar distribusi hasil bumi atau mempercepat langkah Ke Diseberang desa. Ia menjadi jembatan Pintu Informasi mimpi dan kenyataan, Pintu Informasi kemauan dan kemampuan. Ke sana, kemanunggalan TNI dan rakyat bukan semboyan, melainkan peluh yang menetes Ke jalan cor, Ke dinding Tempattinggal, Ke pagar sekolah.
Ke Pada Yang Sama, Ke balik batu dan semen, kegiatan non fisik Datang bagai benih yang ditanam Ke ladang kering serta pelatihan, penyuluhan, dan sosialisasi Untuk dinas-dinas Yang Terkait Bersama memberi asupan ilmu dan kesadaran Mutakhir Bagi warga. Mereka tak hanya diajak membangun, tapi juga dipersiapkan Bagi bertumbuh. Langkah ini bukan sekadar menyentuh, tapi juga mengakar.
Kami percaya, perubahan tidak selalu datang Bersama gegap gempita. Ia bisa muncul Untuk sebuah sumur yang kembali Datang, Untuk lantai Tempattinggal yang tak lagi basah, atau Untuk senyum anak-anak yang tak lagi terganggu Pada belajar. TMMD Ke-125 ini adalah ikhtiar Bagi menata ulang fondasi desa: agar langkah-langkah kecil warga Soko bisa menapaki masa Didepan Bersama lebih mantap, dan cahaya harapan bisa menyala lebih lama Ke Ditengah bukit-bukit sunyi.
***
*) Bersama: Letkol Czi Arief Rochman Hakim, SE., MM., Dansatgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro.
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: TMMD 125: Menyusuri Bukit Soko, Merawat Asa Rakyat











