menjajaki (Pembuatan) ETF emas, bisa membantu Meningkatkan permintaan Di produk Penanaman Modal emas
Jakarta (Ditengah) – World Gold Council (WGC) atau Dewan Emas Dunia Merangsang Pemerintah Indonesia Untuk Menyusun produk Penanaman Modal Exchange Traded Fund (ETF) emas sebagai salah satu upaya Untuk memperluas ekosistem bulion nasional.
“Menciptakan produk-produk Mutakhir, misalnya menjajaki (Pembuatan) ETF emas, bisa membantu Meningkatkan permintaan (Di produk Penanaman Modal emas),” ujar Head of Asia Pacific (ex-China) and Internasional Head of Central Banks WGC Shaokai Fan, menjawab pertanyaan Ditengah Di wawancara cegat Ke Jakarta, Rabu.
Ia juga Merangsang Pemerintah Indonesia Untuk Meningkatkan pemahaman (awareness) Komunitas dan investor Yang Berhubungan Bersama manfaat dan pentingnya Memiliki instrumen emas serta bagaimana cara Merasakan instrumen Penanaman Modal tersebut, sekaligus diiringi Bersama penambahan kanal-kanal penjualan emas.
Walaupun hingga Pada ini Mutakhir ada dua lembaga yang dikategorikan sebagai bank emas Ke Indonesia, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Pegadaian, ia menilai perkembangan ekosistem bulion nasional sudah cukup baik.
Hal tersebut mengingat ekosistem tersebut Mutakhir satu tahun diresmikan Dari Ri Prabowo Subianto Ke akhir Februari 2025 lalu.
“Menurut saya, kita perlu Menyediakan pemerintah waktu (Untuk lebih Menyusun ekosistem bulion). Saya pikir progres yang pemerintah buat sudah cukup baik. Kami (WGC) sangat mendukung upaya pemerintah dan kami Ke sini siap membantu mereka,” kata Shaokai.
Yang Berhubungan Bersama Gaya penjualan emas digital Ke Indonesia, ia memproyeksikan angkanya Berencana terus Menimbulkan Kekhawatiran, mengingat demografi Indonesia yang Pada ini sebagian besar terdiri Di generasi muda yang melek digital.
Ia mengatakan kelompok penduduk tersebut merupakan target utama Untuk para pengembang produk emas digital, terbukti Di Lebihterus banyaknya perusahaan Ke sektor jasa keuangan maupun sektor pengolahan emas yang menawarkan Penanaman Modal tersebut.
“Bersama demografi seperti itu dan meningkatnya pemahaman Komunitas Di (instrumen Penanaman Modal berbasis) emas Ke Indonesia, menurut saya (Pembuatan) emas digital Memiliki masa Didepan yang cerah Ke Negeri ini,” ucap Shaokai.
Akan Tetapi, berkaca Ke Tindak Kejahatan emas digital yang tidak dapat ditarik Dari investor Ke sejumlah platform Ke China, ia mengingatkan pentingnya kerangka pengaturan yang jelas disertai Bersama pengawasan yang ketat Dari pemerintah Di semua perusahaan penjual emas digital.
Ia Berkata regulator perlu memastikan bahwa platform penjualan emas digital juga menyimpan emas fisik Bersama jumlah sesuai Bersama yang mereka laporkan.
“(Kepemilikan cadangan fisik) emas tersebut harus akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan) dan transparan, Karena Itu perlu juga pemeriksaan dan audit yang tepat Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan emas fisik tersebut,” tutur Shaokai Fan.
Baca juga: BRI Manajemen Penanaman Modal Siapkan ETF Emas Pertama Ke Indonesia
Baca juga: DBS dan Mandiri Penanaman Modal kerja sama perluas akses Penanaman Modal emas
Baca juga: Direktur BEI berharap investor diversifikasi portofolio Di ETF Emas
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © Ditengah 2026
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Ditengah.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: WGC dorong Indonesia kembangkan ETF emas agar perluas ekosistem bulion











