AS memangkas tarif Produk Impor Untuk paket-paket kecil yang dikirim Di China dan Hong Kong. FOTO/SCMP
Ri AS, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang Mengurangi lebih Di separuh pungutan tersebut. Pungutan ini diberlakukan awal bulan ini Untuk menutup celah “de minimis” yang memungkinkan Produk-Produk bernilai rendah masuk Hingga AS tanpa dikenakan biaya Produk Impor. Istilah “de minimis” berasal Di frasa Latin yang berarti tidak terlalu penting, yang mengizinkan Produk-Produk Di nilai hingga USD800 Untuk masuk tanpa pemeriksaan dan bea masuk.
Aturan ini telah Mendorong Perkembangan perusahaan-perusahaan fast Trend yang mengimpor Produk Di China, seperti Shein dan Temu. Ke Februari, Trump Berusaha menutup celah ini Di memberlakukan Pajak Lainnya 120% Untuk paket Di China atau biaya tetap sebesar USD100 Akansegera tetap berlaku tanpa kenaikan menjadi USD200 yang Sebelumnya direncanakan.
Pengumuman ini muncul Setelahnya Trump memuji pengaturan ulang total Di hubungan dagang AS-China, Hingga mana kedua Bangsa sepakat Untuk Mengurangi tarif mereka masing-masing menjadi 30% dan 10%. “Mereka telah setuju Untuk membuka diri Di China,” ungkap Trump Di konferensi pers Hingga Gedung Putih, seperti dikutip Di The Guardian, Selasa (13/5).
Baca Juga: Jeda Konflik Bersenjata Tarif AS-China, 3 Miliarder Dunia Ini Panen Untung Ratusan Triliun
Kendati ada harapan positif, pasar saham AS Menunjukkan pembukaan yang lebih rendah Ke hari Selasa, Setelahnya gencatan senjata yang awalnya Mendorong kenaikan saham Hingga Wall Street. Analis senior Hingga Swissquote Bank Ipek Ozkardeskaya, Berkata ketidakpastian mengenai langkah Berikutnya Setelahnya jeda 90 hari Akansegera membuat banyak perusahaan menunda keputusan Penanaman Modal.
Sebagai Dibagian Di detente ini, China dilaporkan telah mencabut larangan pengiriman pesawat Boeing Di sebulan. Para ekonom Hingga Goldman Sachs juga memangkas kemungkinan resesi AS Di 12 bulan Hingga Didepan menjadi 35%, Di Sebelumnya 45%. Mereka Meramalkan Perkembangan ekonomi AS Akansegera mencapai 1% Ke 2025, dua kali lipat Di proyeksi Sebelumnya.
Aturan perdagangan de minimis, yang diperkenalkan Ke 1930-an, awalnya ditujukan Untuk memudahkan pelancong yang kembali Hingga AS. Tetapi, Aturan ini kini menjadi sasaran Penilaian Di anggota Legislatif Di kedua partai, Lantaran jumlah pengiriman yang masuk Lewat cara ini Menimbulkan Kekhawatiran pesat, Di lebih Di 90% paket tiba Lewat de minimis, dan Di 60% Hingga antaranya berasal Di China.
Baca Juga: Macron Dituding Bawa Kokain Di Hingga Ukraina, Ini Kata Pemerintah Prancis
Sejumlah pihak mengkhawatirkan celah ini memungkinkan produk murah Di China membanjiri pasar AS, melemahkan industri lokal, dan Berpeluang menjadi sarana penyelundupan Produk ilegal. Merek Makeup asal Inggris, Revolution Beauty, Mendukung gencatan senjata ini, mengingat hampir seperempat penjualannya berasal Di pasar AS Di 60% produk yang dijual Hingga AS diproduksi Hingga China.
Sebuah survei Dari Bank of America Menunjukkan bahwa 61% Instruktur Penanaman Modal kini Meramalkan ekonomi AS Akansegera Merasakan soft landing, Menimbulkan Kekhawatiran Di 37% Ke bulan April, Sambil prediksi Untuk hard landing menurun menjadi 26%.
(nng)
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: AS Potong Tarif Produk-Produk Receh China Di 120% Karena Itu 54%











