Seorang pedagang memegang bendera Pakistan sambil menunggu pelanggan Ke Di kiosnya Ke sebuah jalan Ke Islamabad. FOTO/AP
Akan Tetapi, IMF menegaskan pentingnya pengendalian belanja yang lebih ketat guna memastikan Ketahanan fiskal dan Memangkas risiko penumpukan utang. Prediksi ini disampaikan Setelahnya tiga hari diskusi teknis yang digelar secara daring Pintu Informasi IMF dan pemerintah Pakistan.
Pembicaraan tingkat Keputusan dijadwalkan berlangsung mulai 19-23 Mei 2025. Menurut laporan Daily Times, Perundingan tersebut Berencana merumuskan langkah-langkah Dana serta kerangka ekonomi makro yang lebih luas. Pemerintah Pakistan dijadwalkan menyampaikan Dana federal Ke 2 Juni mendatang.
Baca Juga: Ketika Pilot Pakistan Tembak Jatuh Jet Rafale India: Perintah Bunuh dan Teriakan Allahu Akbar
IMF juga memproyeksikan Kemajuan ekonomi Pakistan Berencana mencapai 3,6% Ke tahun fiskal mendatang, Sambil Itu laju Fluktuasi Harga diperkirakan naik menjadi 7,7%, Untuk posisi Pada ini Ke 5,1%. Didalam proyeksi tersebut, pendapatan Iuran Wajib diprediksi Menimbulkan Kekhawatiran lebih Untuk Rs1,4 triliun atau Di USD5 miliar setara Rp79,7 triliun Untuk Rs12,4 triliun tahun ini.
Lembaga keuangan internasional itu juga meminta Pemerintah Provinsi Pakistan Bagi berperan lebih aktif Untuk memperluas basis Iuran Wajib, termasuk optimalisasi pemungutan Iuran Wajib Agrikultur yang Pada ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sambil Itu, IMF menekankan pentingnya efisiensi Dana Didalam menargetkan pengurangan belanja Bangsa Untuk 21,6% produk domestik bruto (PDB) Pada ini menjadi 20,3% Ke tahun fiskal berikutnya.
Meski demikian, total pengeluaran Bangsa diperkirakan tetap Menimbulkan Kekhawatiran hingga Rs26,57 triliun atau Di USD94,7 miliar setara Rp1.514 triliun, naik Untuk estimasi Rs18,9 triliun atau Di USD67,4 miliar setera Rp1.106 triliun tahun ini. Kenaikan tersebut sebagian disebabkan kebutuhan belanja Keselamatan yang masih Untuk pembahasan.
Baca Juga: Perbandingan Ekonomi India Didalam Pakistan: Bak Langit dan Bumi
Defisit fiskal Pakistan pun diperkirakan sedikit menyusut Untuk 5,6% PDB menjadi 5,1% atau setara Didalam Rs6,67 triliun atau Di USD23,8 miliar atau setara Rp380 triliun. Sebagai Pada Untuk komitmen Untuk Inisiatif Extended Fund Facility (EFF), Kementerian Keuangan Pakistan juga menginstruksikan seluruh kementerian Bagi mencantumkan rincian Keputusan Yang Terkait Didalam iklim Untuk laporan Bantuan Fluktuasi Harga.
(nng)
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Diterpa Pertempuran, IMF Prediksi Ekonomi Pakistan Tetap Tangguh dan Pendapatan Naik Rp1.138 Triliun











