Bersama kiri, Pemimpin Negara Indonesia Prabowo Subianto, Pemimpin Negara Afsel Cyril Ramaphosa, Pemimpin Negara Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, PM India Narendra Modi, dan PM China Li Qiang berfoto bersama Ke KTT BRICS 2025 Ke Rio de Janeiro, Minggu, 6 Juli 2025. FOTO/AP
Berdasarkan laporan Watcher Guru, Negeri-Negeri BRICS mencatat Perkembangan yang jauh lebih kuat, dipimpin Ethiopia Bersama 7,1%, disusul India 6,2%, Uni Emirat Arab 5,0%, Indonesia 4,9%, serta Tiongkok 4,2%. Mesir diperkirakan tumbuh 4,5%, Brasil 1,9%, Afrika Selatan 1,2%, Iran 1,1%, dan Rusia 1,0%. Sambil Itu, Negeri-Negeri G7 jauh tertinggal Bersama rentang Perkembangan Ke bawah 2%.
Baca Juga: AS Tuding Indonesia Ingkar Janji, Ancam Batalkan Kesepakatan Dagang
Ke Di Negeri-Negeri G7, Amerika Serikat (AS) menjadi yang tertinggi Bersama proyeksi Perkembangan 2,1%, diikuti Kanada 1,5%, Inggris 1,3%, serta Jepang yang tumbuh hanya 0,6%. Jerman dan Prancis diperkirakan masing-masing tumbuh 0,9%, sedangkan Italia mencatat proyeksi terendah Bersama 0,8%. Ketimpangan ini menegaskan berlanjutnya Gaya perlambatan ekonomi Ke Negeri-Negeri maju.
Para analis menilai pergeseran kekuatan ekonomi tersebut dapat mengubah peta keuangan Dunia Di beberapa tahun mendatang. Negeri-Negeri berkembang dinilai Ditengah memasuki fase ekspansi yang ditopang Pertumbuhan besar, urbanisasi cepat, serta kapasitas produksi yang Menimbulkan Kekhawatiran. Sebagai Gantinya, penurunan Pertumbuhan usia produktif Ke Negeri-Negeri Barat kian menekan prospek Perkembangan jangka panjang.
BRICS juga terus Mobilisasi inisiatif Untuk membentuk tatanan ekonomi multipolar, termasuk penggunaan Kurs Matauang lokal Di perdagangan dan transaksi internasional. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis Untuk Memangkas ketergantungan Di sistem keuangan yang didominasi Negeri-Negeri G7, khususnya Amerika Serikat.
Jika inisiatif tersebut berjalan konsisten, para ekonom memandang struktur keuangan Dunia dapat berubah signifikan. Dominasi Kurs Matauang Amerika Amerika dan kekuatan Keuangan Barat Berpotensi Untuk terkikis, Sambil Negeri-Negeri berkembang memperoleh ruang lebih besar Untuk menentukan arah Keputusan perdagangan dan Penanaman Modal Di Negeri.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Duel Ekonomi BRICS vs G7, Siapa yang Paling Kuat Ke 2026?











