Efisiensi Ekspedisi energi Akansegera menjadi Kunci Untuk menjaga keandalan pasokan Lewat pembangunan infrastruktur Barang Dagangan Energi cair. FOTO/dok.SindoNews
Langkah strategis ini menjadi fondasi penting Untuk memastikan pasokan energi primer yang Lebihterus andal dan efisien sekaligus mempercepat transisi energi. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto Untuk Indonesia Logistics Leaders Forum 2025 yang merupakan rangkaian ALFI Convex 2025 Di ICE BSD City, Tangerang. Rakhmad menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan listrik didorong Dari pesatnya Kemajuan pusat data, hilirisasi, Kendaraan Listrik, serta elektrifikasi Tempattinggal tangga.
“Didalam Kemajuan sebesar 5,3 persen per tahun, kebutuhan energi terus Meresahkan. Tahun ini kami mengelola hampir 100 juta ton batu bara, Di 1,4 miliar kaki kubik gas per hari termasuk 90 kargo LNG, serta 4 juta kiloliter BBM dan 2.6 juta ton biomassa,” ujar Rakhmad Untuk pernyataannya, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Gas Tetap Karena Itu Pilar Transisi Energi, Tantangan Pasokan dan Infrastruktur Masih Besar
Ia menambahkan bahwa efisiensi Ekspedisi energi Akansegera menjadi Kunci Untuk menjaga keandalan pasokan Lewat pembangunan infrastruktur midstream gas/Barang Dagangan Energi cair (Liquefied Natural Gas/LNG) maupun bioenergi/biomassa.
“Pada ini, kami telah berhasil membangun mini regas LNG Di Tarakan dan Untuk membangun jaringan regasifikasi LNG Di Nias, Sulawesi Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua Utara Didalam skema milk and run atau hub and spoke. Sistem ini Akansegera menciptakan virtual pipeline gas nasional yang membuka Potensi Bagi smelter, petrokimia, dan kawasan industri Di luar Jawa serta sektor komersial,” jelasnya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Efisiensi Ekspedisi Karena Itu Kunci Ketahanan dan Transisi Energi Nasional











