Gedung BCA. FOTO/Shutterstock
“Tidak ada angin, tidak ada sebab, tiba-tiba muncul ide hostile take over BCA Didalam Bangsa. Ini ide berbahaya dan tidak waras. Jika dipaksakan, sistem ekonomi-politik Indonesia Berencana rusak dan berubah menjadi hutan rimba yang menyesatkan,” ujar ekonom senior pendiri Indef ini, Ke Jakarta, Minggu (24/8).
Menurutnya, sudah seharusnya Kepala Negara mengabaikan narasi yang Disorot sesat tersebut. Dunia perbankan nasional, kata Didik, telah melewati fase restrukturisasi panjang Sebelum krisis moneter 1998, Agar Pada ini berada Ke Kepuasan yang jauh lebih kuat dan stabil.
Baca Juga: Pesta Gratis iPhone 16 Ke BCA Expo: Jurus Jitu BMW Menjaring Sultan Ke Di Pasar Produsen Kendaraan yang Lesu
Ia mengingatkan, krisis 1998 memang sempat meluluhlantakkan sektor perbankan yang kala itu sangat rapuh. Tetapi, perbaikan arsitektur kelembagaan dan penguatan regulasi pascareformasi membuat perbankan Indonesia berhasil bangkit. Ketahanan itu terbukti Pada krisis keuangan Internasional 2008 dan Wabah Internasional COVID-19 Ke 2019, ketika sektor perbankan tetap solid meski perekonomian dunia terguncang.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Ekonom Ingatkan Bahaya Wacana Pengambilalihan Paksa Saham BCA











