Kepala Negara FSPPB Arie Gumilar. FOTO/dok.SindoNews
Kepala Negara FSPPB Arie Gumilar menekankan bahwa setiap pernyataan pejabat Bangsa Hingga ruang publik membawa konsekuensi besar Di persepsi Komunitas dan kredibilitas institusi. Pernyataan yang tidak didukung fakta investigasi teknis dan hukum yang jelas berisiko menimbulkan kesan keliru Hingga Ditengah publik.
“Lantaran itu, FSPPB meminta agar pernyataan itu segera diluruskan Di penjelasan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arie Untuk keterangan tertulisnya Hingga Jakarta, Rabu (1/10).
Baca Juga: Purbaya Desak Pertamina Ngebut Bangun Kilang: Itu Memang Kewajiban Mereka
Di Detail, Arie menegaskan bahwa jika tidak didukung bukti faktual, pernyataan tersebut perlu dikoreksi Bagi menjaga martabat pekerja, perusahaan, dan Bangsa.
Hingga sisi lain, FSPPB juga menyoroti kompleksitas Untuk pembangunan dan revitalisasi kilang Migas. Arie menjelaskan, proyek strategis berskala besar seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) bukanlah proses yang sederhana.
“Pembangunan kilang bukan semata urusan teknis, melainkan Pada Untuk pembangunan peradaban industri yang membutuhkan Penanaman Modal besar, Dukungan lintas sektor, serta kesabaran jangka panjang,” jelasnya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: FSPPB Minta Klarifikasi Menkeu Purbaya soal Pernyataan ‘Kilang Dibakar’











