Di catatan terbarunya, Goldman Sachs juga Menyoroti pandangannya tentang Produk Internasional Sebagai tahun 2026 termasuk emas. Foto/Dok
Di catatan terbarunya, Goldman Sachs juga Menyoroti pandangannya tentang Produk Internasional Sebagai tahun 2026. Diterangkan bahwa permintaan Lembaga Keuanganpusat diprediksi secara struktural tinggi dan Dukungan siklikal Bersama pemotongan suku bunga Federal Reserve AS Berencana Mendorong harga emas.
Goldman terus merekomendasikan eksposur panjang Di logam kuning tersebut. Sebelumnya Di Ditengah pekan kemarin, harga emas Di pasar spot diperdagangkan Di posisi USD4.334,93 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Diprediksi Cetak Pencapaian Terbaru, Kurs Matauang Nasional Fluktuatif Pekan Di
Di Pada Yang Sama Sebagai harga tembaga, Goldman memproyeksikan Berencana terkonsolidasi Di tahun 2026 dan Di skenario dasar mereka Bersama rata-rata USD11.400 per ton metrik. Situasi ini dipengaruhi ketidakpastian mengenai tarif yang diyakini Berencana berlanjut hingga kemungkinan pengumuman Di pertengahan 2026 bahwa AS Berencana memberlakukan tarif Di tembaga rafinasi Di tahun 2027.
“Walaupun harga tembaga Terbaru-Terbaru ini Merasakan kenaikan dan kami Meramalkan konsolidasi Di 2026, tembaga tetap menjadi logam industri ‘Kandidatteratas’. Terutama Di jangka panjang, Lantaran elektrifikasi – yang Mendorong hampir setengah Bersama permintaan tembaga – mengindikasikan Kemajuan permintaan yang secara struktural kuat dan Lantaran pasokan tambang Berjuang Bersama kendala unik,” ungkap catat Goldman.
Baca Juga: Indonesia Diramal Pimpin Ekonomi Dunia Di 2075, Susul AS dan China
Harga patokan tembaga tiga bulan Di London Metal Exchange tidak banyak berubah yakni sebesar USD11.721,50 per metrik ton. Minggu lalu, harga ini sempat mencapai Pencapaian tertinggi sebesar USD11.952.
(akr)
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 Di 2026











