Sikap lebih lunak mencerminkan ketakutan Negeri-Negeri BRICS Pada Aturan konfrontatif Trump. FOTO/Asia Times
Momentum itu mencapai puncaknya Ke masa pemerintahan Biden, ketika Negeri-Negeri BRICS merasa Memperoleh ruang Untuk menyuarakan kepentingannya kepada Barat. Akan Tetapi situasi berubah Setelahnya Donald Trump kembali Di Gedung Putih. Kekhawatiran Pada potensi Aturan tarif tambahan membuat retorika antidosis Matauang Asing yang Sebelumnya Itu lantang kini meredup, dan BRICS terlihat lebih hati-hati.
India menjadi Negeri pertama yang Membahas langkah berbeda Bersama kembali merapat Di Washington dan menegaskan penolakannya Pada dedolarisasi. Mereka Justru menyangsikan kelayakan pembentukan Kurs Matauang BRICS. “Bayangkan berbagi Kurs Matauang Bersama China,” ujar Pembantu Presiden Tim Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal dikutip Untuk Watcher Guru, Selasa (1/12/2025).
Baca Juga: Tinggalkan Matauang Asing AS, Perdagangan Keluar Negeri Daging Babi Rusia Di China Tembus 80.000 Ton
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: India Mundur Untuk Dedolarisasi, BRICS Redam Ambisi Gulingkan Matauang Asing AS











