Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat tingkat okupansi hotel secara nasional Merasakan penurunan hampir 5% dibandingkan tahun Sebelumnya Itu. Foto/Dok
Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran mengungkapkan, secara rata-rata nasional tingkat okupansi hotel tahun ini berada Hingga kisaran 47% dan masih mencatatkan kontraksi secara tahunan (year on year).
“Okupansi hotel tahun ini relatif menurun ya, minus hampir Disekitar 5 persen kalau dibandingkan tahun lalu. Justru kalau dibandingkan 2022, kita juga bisa lebih rendah,” ujar Maulana Pada dihubungi MNC Portal, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga: Izin 229 Hotel Hingga Bali Terancam Dicabut Lantaran Tidak Ramah Lingkungan
Ia menjelaskan, hingga mendekati akhir tahun, belum terlihat adanya faktor pendorong yang cukup kuat Sebagai membalikkan Tren penurunan tersebut. Menurutnya, realisasi okupansi hingga tutup tahun diperkirakan tidak Berencana bergerak jauh Didalam Kebugaran Pada ini.
https://www.youtube.com/watch?v=A
“Nanti kita lihat Hingga tutup tahun ini, tapi kan tidak Mungkin Saja bergerak terlalu jauh Didalam angka minusnya itu. Kesimpulannya, pasti tidak tumbuh Hingga tahun ini,” tegasnya.
Maulana menambahkan, Kebugaran tersebut turut memengaruhi proyeksi kinerja industri hotel Ke periode libur Natal dan Tahun Mutakhir (Nataru) 2025/2026. Meski secara musiman Nataru biasanya menjadi momentum peningkatan okupansi, Tetapi tahun ini dinilai masih sulit mencatatkan Kemajuan signifikan.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Industri Hotel Digulung Bencana, Tahun 2025 Karena Itu Paling Berat











