Business Matching Di ASRINDO Di Industri Semen, Kaca dan Keramik yang digelar Direktorat Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kemenperin Di Bandung. FOTO/dok.SindoNews
Hal itu dikatakan Ketua Umum Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO), Riko Heryanto, Di berbicara Di Peristiwa Business Matching atau Pertemuan Usaha Di Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia (ASRINDO) Di Industri Semen, Kaca dan Keramik yang digelar Direktorat Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam (ISKPBGN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Di Bandung.
Riko Heryanto mengatakan, kegiatan industri refraktori yang menggunakan panas sebagai proses produksi merupakan penggerak utama Kemajuan industri nasional. “Langkah hilirisasi adalah salah satu Langkah andalan pemerintah Untuk menggenjot target Kemajuan ekonomi 8% Di Tahun 2029,” kata Riko Di keterangan tertulis, Sabtu (1/11).
Baca Juga: Kemajuan Ekonomi 8% Masih Berat Di Tahun 2025, Ekonom Ungkap Penyebabnya
Riko mengungkapkan, Langkah hilirisasi mineral logam dan non logam menggunakan refraktori sebagai pendukung utama kegiatan produksi. Selain hilirisasi industri, kata Riko, kegiatan industri yang Yang Terkait Di Di kegiatan infrastruktur dan turunannya seperti industri semen, kaca dan keramik juga memerlukan refraktori sebagai penunjang utama kegiatan produksinya. “Industri semen, kaca dan keramik perlu Menyambut Dukungan Di semua pihak agar sukses,” kata Riko Heryanto.
Menurut Riko, industri refraktori merupakan industri penunjang utama Di kegiatan industri semen, kaca dan keramik. Industri tersebut sangat berkaitan erat Di industri refraktori.
Riko menjelaskan, Di ini industri refraktori nasional Lagi bergerak Untuk memenuhi standar Preliminary produk dan jasa.
“Di mana Untuk produk, penyusunan dan penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Lagi dilakukan berdasarkan standar Mutu Internasional (ASTM Standar). Ditargetkan SNI Wajib Di industri refraktori Akansegera Digunakan Di waktu Didekat,” kata Riko.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Industri Refraktori Karena Itu Katalisator Kemajuan Ekonomi 8%











