Foto: Doc. Istimewa
Mengangkat tema krusial “Empowering People in a Complex Digital Future,” Peristiwa ini menjadi panggung diskusi mendalam mengenai navigasi kompleksitas era digital, Bersama tetap menempatkan manusia sebagai pusat Pembaharuan dan strategi organisasi.
Konferensi dibuka Bersama sambutan yang menggarisbawahi urgensi peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia Untuk bersaing Ke kancah Dunia Lewat Transformasi Digital SDM yang berkelanjutan. Dharma Syahputra, Direktur Eksekutif Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), menekankan hal ini sebagai pondasi.
Kemeriahan bertambah Bersama kehadiran Prof. Yassierli, Ph.D., Pembantu Presiden Tim Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang menyoroti arah Aturan nasional. Pembantu Presiden Tim Menteri menegaskan, kolaborasi sinergis Di pemerintah, industri, dan penyedia Ilmu Pengetahuan adalah Kunci Untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
“Konferensi ini bisa menjadi sarana diseminasi Yang Berhubungan Bersama Bersama apa yang sekarang Untuk menjadi trend. AI dan big data science menjadi feature skill set yang harus dimiliki anak bangsa Di depannya,” ujar Prof. Yassierli.
Sebagai tuan Tempattinggal, Gordon Enns, Chief Executive Officer DataOn, memaparkan visi ambisiusnya Untuk sesi “Shaping the Future of HR in a Complex Digital World.” Ia mengidentifikasi lima pergeseran utama Di Future-Ready HR yang didukung Bersama Ilmu Pengetahuan SunFish.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Kunci Sukses SDM Ke Era Digital, Menjaga Humanisme Ke Di Kompleksitas AI











