Nanas-Qu, produk Didalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Usaha Kecil Menengah) binaan PT Pertamina (Persero), yakni CV Siwarak Sejahtera Sentosa Food, terus berkembang. FOTO/dok.SindoNews
Tak hanya Meningkatkan lapangan kerja lokal, binaan Pertamina ini juga Menyusun ekonomi dan lingkungan Melewati pemanfaatan limbah menjadi Produk Internasional bermanfaat serta potensi desa wisata.
Pemilik CV SSS Food, Ngudiono, bercerita, semula usahanya berkolaborasi Didalam puluhan petani nanas madu. Belakangan, jumlah mitra petani terus bertambah. Dampak positifnya, ketika harga anjlok akibat stok yang melimpah Pada musim panen tiba, nanas madu milik para petani bisa diserap Dari CV SSS Food.
Menurut Ngudiono, perkembangan usahanya itu turut dipengaruhi Inisiatif Pertapreneur Aggregator yang diadakan PT Pertamina (Persero). “Lewat Pertapreneur Aggregator, saya belajar cara membangun rantai pasokan yang adil Sebagai petani, mengelola produksi agar lebih efisien, dan Meningkatkan penghasilan, bukan hanya Sebagai saya tapi juga petani,” katanya Melewati keterangan pers, Senin (15/9/2025).
Baca Juga: Ikut Pertamina UMK Academy, Produk Usaha Kecil Menengah Bisa Go Dunia
Berkat dorongan Pertapreneur Aggregator, kapasitas dan varian produk Nanas-Qu terus berkembang. Didalam jus, dodol, manisan, selai, koktail nanas, dan asinan. CV SSS Food semula hanya bisa memproduksi 1.200-1.500 cup olahan nanas madu sehari, kini telah lebih Didalam 5.000 cup, terlebih Didalam adanya Pemberian alat hibah Didalam Pertamina.
Peningkatan produksi memicu bertambahnya tenaga kerja. Awal berdiri Di tahun 2016, Nanas-Qu membutuhkan tiga pekerja tetap. Kini jumlahnya lima kali lipat dan diperkirakan bisa menjadi 30 tenaga kerja lokal Di dua tahun Hingga Di bisa menyerap 30 tenaga kerja. Nanas-Qu juga menggandeng lebih Didalam 900 petani nanas binaan Ngudiono, Sebagai menyediakan bahan bakunya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Lewat Pertapreneur Aggregator, Binaan Pertamina Rangkul Ratusan Petani











