Permasalahan akuisisi 51% saham BCA Dari Bangsa Menyaksikan respons Untuk Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini yang menurutnya menyesatkan. Foto/Dok
“Ada saja akhir-akhir ini narasi dan ide berbahaya yang tidak waras. Tidak ada angin, tidak ada sebab, tiba-tiba ada narasi dan usul yang datang Untuk Lembaga Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat agar pemerintah Membahas alih paksa saham BCA,” ungkap Didik J Rachbini Untuk keterangannya, Jumat (22/8/2025).
Terang Didik, Ide “hostile take over” seperti ini jika digiring Ke politik dan kekuasaan sangat berbahaya Lantaran jika diteruskan sistem ekonomi politik Indonesia Akansegera rusak dan menyesatkan. Semestinya ide tersebut tidak perlu dindahkan Lantaran Akansegera merusak tatanan perbankan.
Baca Juga: CEO Danantara Buka Suara Soal Permasalahan Akuisisi Mayoritas Saham BCA
“Sesudah restrukturisasi yang melelahkan dan Justru menyakitkan. Kebugaran perbankan sebenarnya sudah bertransformasi cukup kuat. Ini merupakan Keputusan sistem keuangan dan perbankan pasca reformasi. Narasi sesat yang bergulir ini Akansegera merusak sistem yang sudah berkembang baik Di ini,” paparnya.
Ia coba mengingat krisis Kurs Mata Uang Ke tahun 1998 menghancurkan perbankan yang sangat rapuh ketika itu. Tetapi krisis merupakan cambuk Sebagai memberbaiki tatanan perbankan Lewat restrukturisasi dan perbaikan arsitektur kelembagaan perbankan agar Lebihterus kuat.
Menurut Didik, hasilnya cukup baik dan sangat mengesankan. Krisis hebat ekonomi Dunia tahun 2008 Bursa Efek ambruk lebih buruk daripada tahun 1998. Tetapi perbankan sudah lebih kuat dan Konsisten Di guncangan krisis tersebut.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Mencuat Kabar Ambil Alih Paksa BCA, Didik Ingatkan Bisa Merusak Tatanan Perbankan











