Pertamina Patra Niaga mengimbau Kelompok Bagi lebih waspada Pada maraknya penyebaran informasi palsu soal BBM. FOTO/dok.SindoNews
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pihaknya Menyimak meningkatnya peredaran hoaks Ke media sosial yang mengatasnamakan Pertamina maupun pemerintah. “Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan disinformasi Bagi menimbulkan keresahan. Kelompok perlu lebih jeli dan teliti Di Memperoleh informasi,” ujarnya Di keterangan resmi, Senin (6/10).
Baca Juga: 20 Dan Menengah Binaan Pertamina Patra Niaga Ambil Dibagian Ke Pasar Rakyat Mandalika
Salah satu hoaks yang beredar luas adalah hasil pengujian Research Octane Number (RON) BBM menggunakan alat portabel. Pertamina menegaskan metode tersebut tidak sah secara ilmiah Lantaran pengujian RON hanya dapat dilakukan Bersama mesin CFR (Cooperative Fuel Research Engine) sesuai standar internasional ASTM D2699. Alat portabel seperti Oktis-2 tidak mengukur RON secara akurat, melainkan hanya mendeteksi sifat dielektrik bahan bakar yang tidak Memperoleh korelasi langsung Bersama angka oktan.
Ke Di Itu, beredar pula kabar adanya pembatasan pengisian BBM Pada tujuh hari Bagi Kendaraan Pribadi dan empat hari Bagi Kendaraan Bermotor Roda Dua, serta larangan Bagi penunggak Pph kendaraan. Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi tersebut tidak benar. Penyaluran BBM, terutama jenis Bantuan Pemerintah, tetap berjalan sesuai Syarat pemerintah Bersama mekanisme yang transparan agar tepat sasaran.
Hoaks lainnya yang sempat viral adalah video kebakaran SPBU yang dikaitkan Bersama Keputusan pembatasan BBM. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama insiden kebakaran SPBU Ke Aceh Ke tahun 2024, yang tidak ada kaitannya Bersama Keputusan terbaru Pertamina.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Pertamina Patra Niaga Imbau Kelompok dan Konsumen Waspada Hoaks











