Karya peremajaan jalur pipa migas PHE ONWJ Ke Anjungan UWA. FOTO/dok.SindoNews
Sebagai langkah awal, PHE ONWJ Melakukan kick-off meeting Untuk Kesepakatan EPCI Proyek Pipa 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) Ke akhir Juni lalu.
“Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ Untuk mengoperasikan fasilitas hulu migas yang tua dan penuh risiko Bersama lebih aman, selamat, dan andal,” ujar General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama Di pernyataannya, Senin (21/7).
Baca Juga: Petronas Bakal Pemutusan Hubungan Kerja 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas
Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berdiameter 12 inci, mengalirkan hasil produksi migas Bersama total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk memastikan keandalan, Keselamatan, dan keselamatan produksi, jaringan pipa ini Berencana diganti Bersama pipa Terbaru berdiameter 8 inci sepanjang ±4,07 km yang dipasang Ke kedalaman 33 hingga 35 meter.
Di Itu, jalur pipa UWJ-B1C yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi Dari 1986 juga termasuk Di Wacana penggantian. Jalur ini menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA) Bersama panjang ±16,97 km, mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF. Usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C sebagai prioritas utama Di proyek PRRP.
Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan peremajaan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas. Jalur ini berdiameter 6 inci dan panjang ±1,48 km, telah beroperasi Pada 40 tahun, dan mengalirkan hasil produksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: PHE ONWJ Lanjutkan Proyek Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut, Target Rampung 2026











