PLN EPI menandatangani nota kesepahaman (MoU) Bersama PT Sumber Daya Bumi Nusantara (SDBN). FOTO/dok.SindoNews
Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menyampaikan bahwa kerja sama ini menitikberatkan Ke dua hal utama, yakni Sustainability dan kepastian harga. Sukses kerja sama ini, tegas dia, bergantung Ke Kesejaganan Di harga yang Tantangan, volume yang terjamin, serta Mutu pasokan yang konsisten.
“Kalau mitra sudah diberikan harga yang baik, tentu dia juga berharap Memperoleh manfaat Untuk sisi volume dan Sustainability. Harapannya, Pembaruan potensi yang dilakukan Bersama PT Sumber Daya Nusantara bisa menjawab dua hal itu,” ujar Hokkop Untuk keterangannya, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024
Hokkop menjelaskan, Di Di PLN EPI Berencana memastikan agar Ide Pembaruan pasokan biomassa terintegrasi Untuk strategic plan perusahaan. Ia juga Mendorong agar seluruh suplai biomassa bersifat mandatory, Agar Memberi kepastian Untuk investor maupun mitra penyedia bahan baku.
“Target 3 juta, 5 juta, Malahan 10 juta ton biomassa harus bersifat wajib. Kalau tidak ada kepastian seperti itu, Penanaman Modal sulit berjalan. Kita tidak ingin terjebak Ke persoalan ‘telur dan ayam’, Di mana Penanaman Modal dan suplai saling menunggu,” tegasnya.
Lebih Jelas, Hokkop menegaskan bahwa sebagai BUMN, seluruh proses kerja sama Berencana dijalankan sesuai prinsip good corporate governance (GCG) dan aturan nasional yang berlaku. “Kami ingin memastikan SDBN adalah mitra yang tepat Sebagai kerja sama jangka panjang. Semua Berencana mengikuti prosedur dan mekanisme proses penyediaan biomassa Di PLN EPI serta Lewat proses due diligence yang transparan,” tuturnya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: PLN EPI-SDBN Kerja Sama Pasokan Biomassa Sebagai PLTU











