Ketua Federal Reserve Jerome Powell. FOTO/AP
Pemangkasan kedua Ke Oktober lalu dipicu memburuknya pasar tenaga kerja AS. Tetapi, gelombang kekhawatiran bernada hawkish langsung menyusul Untuk beberapa pejabat, termasuk lima anggota yang Memiliki hak suara tahun ini, yang memberi sinyal keraguan atas pemangkasan ketiga Ke Desember. Perbedaan pandangan ini makin diperlebar Dari minimnya data ekonomi terbaru akibat penutupan pemerintahan.
Baca Juga: Bunga The Fed Diramal Turun, Nilai Mata Uang Nasional Sepekan Berotot Ke Hadapan Matauang Asing AS
Situasi itu sempat membuat investor ragu. Tetapi, keraguan mereda Ke 21 November ketika Kepala Negara Federal Reserve New York John Williams, yang dikenal Didekat Di Powell, Berkata masih ada ruang Untuk pemangkasan Untuk waktu Didekat. Pasar merespons positif, dan Meramalkan lebih Untuk 90% kemungkinan pemangkasan minggu Di.
Ke sisi lain, drama The Fed diperkirakan masih berlanjut. Kepala Negara Donald Trump diperkirakan segera menunjuk pengganti Powell, yang masa jabatannya berakhir Ke Mei. Kevin Hassett, loyalis Trump sekaligus penasihat ekonomi senior, menjadi kandidat terkuat. Hal ini memunculkan kekhawatiran investor bahwa ketua The Fed berikutnya dapat menjalankan Keputusan sesuai arahan Trump Supaya Berpotensi Untuk memicu Ketidakstabilan Ekonomi.
“Jika Powell bersikap hawkish Untuk konferensi pers Untuk meredakan kekhawatiran para Kepala Negara Fed regional yang hawkish, apakah itu masih berdampak? Bagaimanapun, ketua Fed berikutnya, Hassett adalah kandidat terkuat bisa saja masuk dewan secepat Februari, membuat Powell praktis menjadi ‘lame duck’ Untuk beberapa bulan terakhir masa jabatannya,” seperti dikatakan para ekonom Bloomberg.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Powell Siap Pangkas Suku Bunga The Fed Pekan Di











