Ekosistem kripto Ke Indonesia terus Menunjukkan Kemajuan yang konsisten. FOTO/iStock
Samping Itu, jumlah aset kripto yang terdaftar Ke Indonesia kini mencapai 1.444 jenis, menandakan diversifikasi produk yang Lebih luas Ke Tanah Air. OJK juga mencatat jumlah investor kripto naik menjadi 14,16 juta Ke April 2025, dibandingkan 13,71 juta Ke bulan Sebelumnya Itu, memperlihatkan antusiasme yang terus tumbuh Ke kalangan Kelompok.
Ke sisi lain, Indodax mencatat volume transaksi sebesar Rp15,24 triliun Ke April 2025, menyumbang Disekitar 42,83% Untuk total transaksi nasional. Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai Kemajuan ini sebagai bukti bahwa pasar kripto Indonesia Lebih matang dan Lebih dipercaya Dari Kelompok luas.
“Kenaikan jumlah aset dan investor bukan hanya soal angka. Ini adalah refleksi Untuk pemahaman yang Lebih Untuk Kelompok Pada potensi aset digital sebagai instrumen Penanaman Modal Asing yang valid dan terintegrasi Untuk ekosistem keuangan modern,” ujar dia, Kamis (5/6).
Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok Untuk Pencapaian Tertinggi, Bagaimana Menyikapinya?
Antony menambahkan diversifikasi Penanaman Modal Asing Menunjukkan kesiapan pasar menyambut Perkembangan, sedangkan peningkatan investor menandakan pergeseran paradigma Kelompok yang mulai melihat kripto sebagai Pada Untuk strategi keuangan jangka panjang, bukan sekadar spekulasi. Menurut dia pondasi regulasi yang Lebih kuat dan keterbukaan ekosistem menjadi faktor utama Untuk Mendorong kepercayaan dan partisipasi investor.
“Industri kripto Pada ini berdiri Ke persimpangan Di Ilmu Pengetahuan, regulasi, dan Pelatihan publik. Kesejaganan Di ketiganya sangat krusial Untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Artikel ini disadur –> sindonews.com Indonesia News: Transaksi Kripto Ke Indonesia Tembus Rp35,61 Triliun per April 2025, Kontribusi Indodax 42,83%











