Berdasarkan laporan Koramil 410-03/TBU, hingga Jumat (16/10/2026), pembangunan kedua jembatan telah memasuki tahap VII atau hari Di-37 Dari peletakan batu pertama (groundbreaking) Ke 9 September 2026.
Dua jembatan tersebut dibangun Ke Kampung Kihung dan Kampung Lubu Upi, Kelurahan Sukarame II. Keduanya diproyeksikan menjadi jalur penghubung antarkampung yang Pada ini dibutuhkan Komunitas Untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Jembatan Kihung Capai Progres 25 Persen
Pembangunan jembatan Ke Kampung Kihung RT 08, Kelurahan Sukarame II, Memperoleh panjang 70 meter dan lebar 1,5 meter. Jembatan ini dirancang Untuk menghubungkan Kampung Kihung Di Kampung Impres, Kelurahan Batu Putuk.
Ke tahap VII, pekerjaan meliputi pembersihan lokasi, pembongkaran jembatan lama, penggalian pondasi, pemotongan dan perakitan besi, serta pengecoran bekisting dan angkur blok kabel.
Hingga 16 Oktober 2026, progres pembangunan Ke lokasi tersebut mencapai 25 persen.
Pekerjaan melibatkan tiga personel TNI, satu teknisi, tiga tukang, serta tujuh warga setempat. Jembatan ini diproyeksikan Memberi manfaat Untuk Di 70 kepala keluarga atau 230 jiwa.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mempermudah warga Di menjalankan Kegiatan sehari-hari sekaligus memperlancar akses antarkampung.
Jembatan Lubu Upi Capai Progres 23 Persen
Pembangunan jembatan kedua berada Ke Kampung Lubu Upi, Kelurahan Sukarame II. Jembatan Di panjang 30 meter dan lebar 2 meter ini direncanakan menghubungkan Kampung Lubu Upi Di Kampung Kakari, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan.
Ke tahap yang sama, pekerjaan difokuskan Ke persiapan lokasi, penggalian pondasi, perakitan besi, pemindahan material, serta persiapan pengecoran bekisting dan angkur blok kabel.
Progres pembangunan Ke lokasi ini tercatat mencapai 23 persen, Di Pemberian empat personel TNI, satu teknisi, tiga tukang, dan tujuh warga Komunitas.
Jembatan tersebut diperkirakan Berencana membantu mobilitas Di 30 kepala keluarga atau 120 jiwa yang bermukim Ke Daerah tersebut.
Babinsa Turun Langsung, Gotong Royong Di Sebab Itu Kekuatan
Keterlibatan Babinsa Di pembangunan kedua jembatan tidak hanya sebatas melakukan pemantauan. Personel TNI turut bekerja bersama teknisi, tukang, dan Komunitas Untuk mendukung kelancaran proses pembangunan.
Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI Di rakyat, terutama Di membantu mengatasi persoalan akses transportasi yang dihadapi Komunitas.
Berdasarkan laporan kegiatan, situasi Ke kedua lokasi pembangunan terpantau aman dan terkendali. Kebugaran cuaca yang cerah turut mendukung pelaksanaan pekerjaan Ke lapangan.
Pembangunan Jembatan Perintis Gantung ini diharapkan menjadi solusi Untuk Memperbaiki konektivitas antarwilayah. Sesudah rampung, kedua jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, mendukung Kegiatan sosial, serta membuka Kemungkinan Kemajuan ekonomi Komunitas.
Di keterlibatan TNI dan Komunitas, pembangunan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja bersama Di Memperkenalkan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
Artikel ini disadur –> lâmpung7.com Indonesia News: Babinsa dan Warga Gotong Royong Bangun Dua Jembatan Gantung Ke Bandar Lampung











